Hari ini kepala daerah punya empat ujian, yaitu geopolitik, mengawal program-program prioritas nasional, memenuhi janji kampanye, dan menghadapi algoritma media yang bergerak sangat dinamis. Sangat tidak mudah dan butuh jurus-jurus yang sesuai dengan
Jakarta (KABARIN) - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menilai kepala daerah saat ini menghadapi empat tantangan utama, mulai dari situasi geopolitik global hingga pesatnya perkembangan media digital.
"Hari ini kepala daerah punya empat ujian, yaitu geopolitik, mengawal program-program prioritas nasional, memenuhi janji kampanye, dan menghadapi algoritma media yang bergerak sangat dinamis. Sangat tidak mudah dan butuh jurus-jurus yang sesuai dengan algoritma kekinian," kata Bima.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Dialog Otonomi Daerah dalam rangka HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Bima menjelaskan selain menghadapi tantangan tersebut, kepala daerah juga harus menjaga integritas dalam setiap kebijakan yang diambil. Menurutnya, kepemimpinan yang bersih dan inovatif menjadi kunci untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia menambahkan kemampuan menghadirkan inovasi juga penting untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui pemanfaatan potensi lokal dan pengembangan berbagai skema pembiayaan pembangunan.
Menurut Bima, Kementerian Dalam Negeri telah memetakan karakter kepala daerah berdasarkan kondisi APBD serta kualitas pelayanan publik. Daerah yang memiliki karakter transformer dinilai mampu meningkatkan kapasitas fiskal sekaligus memperbaiki layanan kepada masyarakat.
"Alternatif pendapatan daerah maupun pendanaan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) telah berhasil diterapkan di berbagai kabupaten," ujarnya.
Selain itu, Bima mendorong pemerintah kabupaten mendukung Program Kepala Desa Masuk Kampus yang digagas Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa.
Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kepala desa dalam mengelola data, menyusun perencanaan pembangunan, serta mengembangkan potensi desa agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Ia juga mengajak setiap daerah membangun identitas sesuai potensi masing-masing, termasuk melalui pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan wisata olahraga sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah.
Bima menegaskan kemandirian fiskal hanya dapat dicapai melalui tata kelola pemerintahan yang inovatif, berintegritas, dan berfokus pada pelayanan kepada masyarakat.
Sumber: ANTARA