Kemenhut & Polri bentuk tim investigasi telusuri asal kayu yang terbawa banjir di Sumatera

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kementerian Kehutanan dan Kepolisian RI sepakat bergerak bareng untuk mencari tahu asal gelondongan kayu yang ikut hanyut saat banjir melanda berbagai daerah di Sumatera.

Kerja sama ini muncul setelah rapat Kemenhut bersama Komisi IV DPR di Jakarta. Menteri Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa tim tersebut dibentuk sebagai tindak lanjut MoU antara kedua lembaga untuk memperkuat koordinasi dalam urusan kehutanan.

"Kemarin Pak Menko Pratikno berserta Pak Mensesneg dan Seskab juga sudah menginstruksikan agar Satgas PKH bergerak. Jadi nanti MoU kami dengan Kepolisian RI akan diintegrasikan dengan PKH untuk sesegera mungkin membuktikan atau menemukan asal usul kayu tersebut," kata Menhut Raja Antoni.

Ia menegaskan bahwa jika nanti, dalam proses investigasi, ditemukan indikasi pelanggaran hukum maka langkah penegakan hukum akan dijalankan tanpa kompromi.

Tim Kemenhut juga sudah melakukan penyisiran sungai menggunakan drone untuk memantau jalur daerah aliran sungai yang terdampak. Mereka ingin tahu dari mana material kayu itu berawal dan bagaimana bisa hanyut sejauh itu.

Teknologi Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO) ikut dikerahkan. Alat ini membantu mengenali jenis kayu, kondisi fisiknya, sampai tanda-tanda adanya perlakuan manusia.

"Data ini menjadi salah satu bagian investigasi yang akan kami tindaklanjuti bersama Polri dan Satgas PKH. Sekali lagi, untuk membuak kepada publik sejujur-jujurnya, seluas-luasnya, setransparansi mungkin dari mana kayu ini berasal," kata Menhut.

Sebelumnya, Kemenhut juga sudah mengantongi sejumlah pihak yang diduga punya andil dalam bencana banjir di beberapa wilayah Sumatera.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka