Tanpa Kembang Api, Presiden Prabowo Sambut Tahun Baru 2026 Bersama Pengungsi di Tapanuli Selatan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pergantian Tahun Baru 2026 menjadi momen penuh makna di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Alih-alih merayakan dengan kemeriahan pesta dan kembang api, Presiden Prabowo Subianto memilih menyambut tahun baru bersama para pengungsi korban bencana di Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan, Kamis dini hari.

Dalam suasana sederhana namun sarat kehangatan, Presiden Prabowo berbaur langsung dengan warga yang masih berada di pengungsian. Duduk sejajar tanpa jarak, ia mengajak para pengungsi menyanyikan lagu-lagu nasional seperti “Tanah Air” dan “Rayuan Pulau Kelapa”, menciptakan suasana kebersamaan yang menyentuh hati.

“Selamat Tahun Baru 2026. Semoga Yang Maha Kuasa selalu memberi yang terbaik bagi kita semua,” ucap Presiden Prabowo di hadapan para pengungsi.

Tak hanya bernyanyi, Presiden juga mengajak seluruh warga dan pejabat yang hadir untuk berdoa bersama. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya tetap kuat dan optimistis meski tengah menghadapi cobaan.

“Kita sedang menghadapi musibah dan tantangan, tetapi kita harus tetap semangat, ikhlas, dan tegar,” kata Prabowo.

Perayaan malam tahun baru tersebut berlangsung tanpa gemerlap kembang api, namun penuh makna. Antusiasme warga terlihat saat Presiden menyapa satu per satu, menerima uluran tangan untuk bersalaman, hingga mendengarkan langsung keluh kesah serta harapan para pengungsi selama berada di posko.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa para pengungsi tidak sendiri menghadapi situasi sulit ini. Ia memastikan pemerintah hadir dan terus bekerja melalui para menteri yang ditugaskan memantau langsung kondisi di daerah terdampak bencana.

“Percayalah, Presiden dan seluruh pemimpin tidak akan meninggalkan kalian. Kita akan terus bersama,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, serta jajaran TNI dan pemerintah daerah.

Malam tahun baru di Tapanuli Selatan pun menjadi simbol empati, solidaritas, dan kepemimpinan yang hadir langsung di tengah rakyat—sebuah awal tahun yang sederhana, namun penuh harapan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka