Istanbul (KABARIN) - Gubernur Hadramaut Salem Al-Khanbashi memperingatkan Dewan Transisi Selatan atau Southern Transitional Council (STC) bahwa mereka harus menarik seluruh pasukannya dari provinsi timur Yaman atau siap menghadapi aksi militer.
“Masalahnya masih ada karena STC belum menarik pasukannya. Mereka tidak punya pilihan selain menarik diri sepenuhnya dan tanpa syarat atau menghadapi konfrontasi militer,” ucap Al-Khanbashi dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Arab Saudi, Al-Ekhbariya.
Al-Khanbashi menuding pasukan STC ingin menguasai sumber daya minyak di wilayah itu dan menilai mereka tidak akan mundur secara damai.
Ketegangan di Yaman selatan meningkat bulan lalu setelah pasukan STC menguasai Provinsi Hadramaut dan Al-Mahra di timur Yaman setelah bentrokan dengan pasukan pemerintah. Kedua provinsi tersebut menempati hampir setengah dari wilayah Yaman secara geografis.
Arab Saudi sebelumnya menuduh Uni Emirat Arab mendorong STC untuk menggelar operasi militer di perbatasan selatan kerajaan, meski UEA membantah tuduhan itu dan menegaskan komitmennya terhadap keamanan Arab Saudi.
Pada hari yang sama, Dewan Kepresidenan Yaman membatalkan perjanjian pertahanan bersama dengan UEA dan memerintahkan seluruh pasukan Emirat meninggalkan Yaman dalam 24 jam.
STC berulang kali menekankan bahwa wilayah selatan kerap dimarginalkan secara politik dan ekonomi oleh pemerintah sebelumnya dan menyerukan pemisahan dari utara, namun otoritas Yaman menolak klaim itu dan menegaskan tetap menjaga keutuhan negara.
Sumber: Anadolu_OANA