Cinta Laura Sambut Tahun Baru dengan Meditasi di Thailand

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Aktris Cinta Laura Kiehl dalam menyambut pergantian tahun 2025 ke 2026 memilih untuk berada dalam keheningan di sebuah pusat meditasi di Thailand Utara.

Cinta melalui unggahannya di media sosial Instagram pribadinya menceritakan menghabiskan momen pergantian tahun 2025 dengan meditasi itu dipilihnya untuk membantu belajar menenangkan pikiran.

“Saya memilih menghabiskan tujuh hari terakhir di tahun ini dalam keheningan, di sebuah pusat meditasi di Thailand Utara. Bukan terikat pada sistem kepercayaan tertentu. Bukan tentang agama, melainkan tentang kebutuhan universal manusia: belajar melatih pikiran agar menemukan kedamaian dan kebahagiaan dari dalam diri,” kata Cinta, sebagaimana dikutip dalam keterangan unggahannya, Kamis (1/1).

Cinta mengatakan pengalamannya selama menjalani meditasi yang mempertemukannya dengan berbagai individu dari berbagai latar belakang kehidupan itu memberinya sudut pandang tentang makna “berhenti”.

Menurut Cinta, di dunia yang menuntut semua orang untuk terus bergerak cepat, produktif, dan selalu meningkatkan pencapaian terkadang lupa satu hal yang esensial “stopping is the key to success”.

“Karena saat kita menghentikan pikiran, kita meredam kebisingan. Kita membersihkan kekacauan. Kita menciptakan ruang bagi kejernihan, kekuatan, dan ketangguhan. Dari sanalah kita menjadi lebih siap menghadapi kesulitan, ketidakpastian, dan kehidupan itu sendiri,” tutur Cinta.

Cinta mengungkapkan pengalaman meditasi itu menjadi titik awal baginya untuk memprioritaskan diri sendiri, setelah selama lima tahun terakhir terus mendorong dan memaksakan diri.

“Untuk pertama kalinya dalam lima tahun, saya memilih diri saya sendiri. Setelah setengah dekade terus mendorong diri, memaksa, dan hidup dalam kondisi mental yang tidak sehat, saya menyadari bahwa saya perlu pulang… kepada diri saya sendiri,” ungkapnya.

Cinta mengatakan dalam mengikuti proses meditasi ada sebuah pesan dari seorang biksu meninggalkan kesan mendalam membuka pemahamannya mengenai bagaimana pikiran manusia berpengaruh besar terhadap perjalanan hidup.

“Seorang biksu bertanya ‘Apa bedanya perang dunia dengan perdamaian dunia?’ Lalu ia menjawab dengan sederhana ‘Semuanya bermula dari pikiran manusia’. Kalimat itu menyadarkan saya betapa seringnya kita berusaha memperbaiki dunia tanpa merawat tempat di mana segalanya bermula,” ujar Cinta.

“Pikiran yang dibiarkan tanpa pembinaan akan menciptakan kekacauan. Pikiran yang dilatih dengan penuh kepedulian akan melahirkan welas asih, kebijaksanaan, dan kedamaian,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Cinta mendoakan di tahun baru 2026 masyarakat tidak hanya berfokus pada ambisi serta pencapaian semata.

“Semoga kalian menemukan keberanian untuk berhenti sejenak. Untuk mendengarkan ke dalam diri. Dan untuk mengingat bahwa kedamaian di dunia berawal dari kedamaian dalam pikiran,” kata Cinta.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka