Trump Akui Opsi Membunuh Maduro Pernah Dipertimbangkan Saat Operasi AS

waktu baca 1 menit

Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mempertimbangkan kemungkinan membunuh Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi penangkapan yang dilakukan militer dan aparat penegak hukum AS. Pernyataan ini langsung memicu sorotan luas dan memperdalam ketegangan internasional terkait aksi Amerika Serikat di Venezuela.

“Itu bisa saja terjadi,” ujar Trump kepada wartawan pada Sabtu, saat ditanya apakah opsi mematikan masuk dalam skenario operasi tersebut.

Trump juga mengklaim bahwa selama operasi berlangsung, Maduro sempat berusaha melarikan diri ke lokasi yang dianggap aman. Namun, upaya tersebut disebut gagal sehingga Maduro akhirnya dapat diamankan.

Dalam pernyataan terpisah yang dikutip media, Dan Caine menyampaikan bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang menurut otoritas AS telah menghadapi dakwaan pidana, akhirnya menyerah dan ditahan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat dengan dukungan militer.

Caine menegaskan bahwa operasi penangkapan tersebut dijalankan dengan tingkat profesionalisme dan presisi tinggi, serta tidak menimbulkan korban jiwa di pihak Amerika Serikat.

Pernyataan Trump mengenai kemungkinan penggunaan kekuatan mematikan ini menuai reaksi beragam di tingkat global, di tengah meningkatnya kritik terhadap keterlibatan militer AS di Venezuela dan kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan Amerika Latin.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka