Trump Ultimatum Pemimpin Sementara Venezuela Soal Tolak Kerja Sama dengan AS

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras kepada Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez. Trump menyebut Rodriguez bisa menghadapi konsekuensi berat jika tetap menolak bekerja sama dengan Amerika Serikat.

Peringatan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara via telepon dengan majalah The Atlantic pada Minggu.

"Jika tidak melakukan hal yang benar, dia akan menghadapi konsekuensi yang sangat serius, mungkin lebih berat daripada Maduro," sebut Trump.

Sebelumnya, Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap secara paksa oleh pasukan Amerika Serikat pada Sabtu dan kini ditahan di New York. Maduro akan menghadapi persidangan terkait sejumlah tuduhan yang berkaitan dengan narkoba.

Laporan The Atlantic menyebut Trump tidak bisa menerima sikap Rodriguez yang dinilai menentang intervensi militer AS. Dalam kesempatan yang sama, Trump juga kembali menyinggung ambisi Amerika Serikat di wilayah lain.

"Kami memang membutuhkan Greenland, sangat membutuhkan," kata Trump.

Ia bahkan memberi sinyal bahwa Venezuela kemungkinan bukan satu satunya negara yang akan menjadi target langkah keras Amerika Serikat ke depan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Trump masih membuka semua opsi terkait langkah Amerika Serikat di Venezuela. Hal tersebut mencakup penilaian terhadap kepemimpinan sementara di negara itu hingga kemungkinan kehadiran militer AS di masa mendatang.

"Kami mengharapkan lebih banyak kepatuhan dan kerja sama daripada yang kami terima sebelumnya," kata Rubio terkait Rodriguez dalam wawancara dengan CBS.

Rubio menegaskan kepentingan nasional Amerika Serikat di Venezuela tetap sama.

"Tujuan kami tentang bagaimana Venezuela memengaruhi kepentingan nasional AS tidak berubah, dan kami ingin hal tersebut teratasi. Kami ingin penyelundupan narkoba dihentikan. Kami tidak ingin ada lagi anggota geng yang datang ke negara kami," ujarnya.

Di tengah ketegangan tersebut, laporan The New York Times menyebut sedikitnya 80 warga Venezuela tewas akibat serangan udara Amerika Serikat. Angka tersebut dikutip dari sejumlah pejabat Venezuela.

Di dalam negeri, Mahkamah Agung Venezuela telah memerintahkan Delcy Rodriguez untuk mengambil alih posisi presiden sementara menyusul penahanan Maduro. Keputusan itu diumumkan pada Sabtu malam waktu setempat.

Serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela hingga kini terus menuai kecaman dan kekhawatiran dari berbagai negara di dunia.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka