Demokrat AS Pertanyakan Alasan Serangan Militer ke Venezuela

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Petinggi Partai Demokrat di Amerika Serikat menilai pemerintah belum memberikan dasar kuat atas langkah militer AS di Venezuela yang berujung pada penahanan Presiden Nicolás Maduro.

Pemimpin Minoritas DPR AS Hakeem Jeffries mengatakan sampai sekarang tidak ada penjelasan berbentuk bukti yang bisa membenarkan operasi tersebut.

“Tak ada bukti yang disampaikan pemerintahan untuk membenarkan tindakan itu, yang terkait dengan adanya ancaman segera terhadap kesehatan, keselamatan, kesejahteraan, dan keamanan nasional rakyat Amerika,” kata Jeffries kepada NBC News pada Minggu.

Komentar itu disampaikan setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan AS menangkap Maduro dan istrinya Cilia Flores dalam sebuah operasi militer.

Trump juga menyebut Amerika Serikat akan mengambil alih kendali Venezuela untuk sementara waktu dan tidak menutup kemungkinan pengerahan pasukan tambahan.

Maduro dan Cilia Flores dilaporkan tiba di New York pada Sabtu malam dan saat ini ditahan di sebuah pusat penahanan di Brooklyn. Keduanya menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkoba serta dugaan keterkaitan dengan kelompok kriminal yang masuk daftar organisasi teroris.

Jeffries menilai alasan pemerintah yang mengaitkan operasi tersebut dengan perang melawan narkoba tidak masuk akal. Menurut dia, skala tindakan yang dilakukan sudah jauh melampaui itu.

“Ini bukan sekadar operasi narkoba. Ini adalah tindakan perang,” katanya.

Sikap kritis juga datang dari sejumlah anggota DPR dari Partai Demokrat lainnya. Mereka mengecam aksi militer tersebut karena dilakukan tanpa persetujuan Kongres dan menyebut langkah pemerintah sebagai tindakan yang tidak sah.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka