Jakarta (KABARIN) - KBRI di Caracas memastikan kondisi ibu kota Venezuela mulai stabil setelah serangan militer Amerika Serikat yang mengakibatkan Presiden Nicolas Maduro ditangkap Sabtu lalu.
“KBRI Caracas melaporkan situasi keamanan dan aktivitas sosial di Caracas mulai kondusif dan menunjukkan peningkatan,” ujar Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang melalui video yang dipantau di Jakarta, Senin.
Hingga saat ini, seluruh 37 WNI di Venezuela dipastikan aman dan masih bisa berkomunikasi dengan KBRI setelah situasi mulai pulih, kata Yvonne. Pasar swalayan di Caracas sudah beroperasi normal dan tidak ada kepanikan membeli barang secara berlebihan di kalangan masyarakat.
Mobilitas kendaraan di jalan utama kembali normal dan stasiun bahan bakar umum sudah beroperasi seperti biasa, meski beberapa wilayah masih mengalami pemadaman listrik dan gangguan jaringan komunikasi nasional.
Yvonne menegaskan Kemlu RI dan KBRI Caracas sudah menyiapkan rencana kontingensi untuk memastikan keselamatan WNI jika keamanan di Venezuela kembali memburuk.
Pemerintah Indonesia juga menyatakan keprihatinan atas tindakan yang melibatkan penggunaan kekuatan seperti serangan AS tersebut, karena berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.
Indonesia menyerukan semua pihak mematuhi hukum internasional, prinsip Piagam PBB, hukum humaniter, serta mengutamakan keselamatan warga sipil, tambah Yvonne.
Serangan militer AS pada Sabtu dini hari membuat Venezuela menyatakan keadaan darurat nasional. Trump membenarkan operasi itu dan mengatakan Maduro beserta istrinya kini ditahan di AS atas dugaan perdagangan narkoba dan kerja sama dengan kelompok teroris. Mahkamah Agung Venezuela kemudian menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara.
Sumber: ANTARA