Enam Negara Kecam Amerika Serikat Soal Ambil Alih Sumber Daya Venezuela

waktu baca 2 menit

Caracas (KABARIN) - Brasil, Chile, Kolombia, Meksiko, Uruguay, dan Spanyol angkat suara terkait langkah Amerika Serikat yang dianggap mencoba menguasai sumber daya dan aset strategis Venezuela.

“Kami menyampaikan keprihatinan atas segala upaya pengendalian negara, pengelolaan, atau perampasan eksternal atas sumber daya alam atau strategis, yang tidak sesuai dengan hukum internasional serta mengancam stabilitas politik, ekonomi, dan sosial kawasan,” bunyi pernyataan bersama yang dirilis enam negara pada Minggu 4 Januari.

Mereka mengecam tindakan militer sepihak AS di Venezuela yang dinilai berbahaya bagi perdamaian regional dan keselamatan warga sipil. Pernyataan itu menekankan bahwa masalah di Venezuela seharusnya diselesaikan lewat cara damai, seperti dialog dan negosiasi, tanpa campur tangan luar dan tetap mengedepankan kehendak rakyat setempat sesuai hukum internasional.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu 3 Januari menyatakan Amerika Serikat akan memimpin Venezuela hingga transisi yang aman, tepat, dan bijaksana terlaksana.

Pada hari yang sama, AS melancarkan serangan besar-besaran, menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, lalu dibawa ke New York. Trump mengatakan Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam narko-terorisme dan dianggap menimbulkan ancaman termasuk bagi AS.

Sebagai respons, Caracas meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, sementara Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai kepala negara sementara.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritas dengan rakyat Venezuela serta menuntut pembebasan Maduro dan istrinya sekaligus mencegah eskalasi lebih lanjut. China juga menyerukan pembebasan pasangan tersebut dan menegaskan bahwa tindakan Amerika Serikat melanggar hukum internasional.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka