Desainer India Prediksi Tren Fesyen 2026 Lebih Sederhana dan Elegan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Setelah beberapa tahun gaya fesyen dipenuhi logo mencolok dan tampilan berlebihan, tahun 2026 tren pakaian lebih menekankan kesan sederhana namun bermakna.

“Orang-orang mencari daya tahan dan pembelian yang matang. Produknya harus fantastis, dan pemikiran serta konsep di baliknya harus sama meyakinkannya dalam hal kualitas," kata Desainer Nachiket Barve dalam siaran Hindustan Times pada Senin (5/1).

Barve menekankan sekarang banyak orang ingin pakaian yang fleksibel dan berkualitas tinggi.

Contohnya jaket bisa dipakai sendiri-sendiri atau rok panjang bersulam tradisional India alias lehenga yang bisa dipadupadankan.

Tren lain yang ia soroti yakni usia memengaruhi pilihan fesyen.

Orang yang lebih tua cenderung memilih pakaian modis, warna cerah, siluet berani, dan detail ekspresif.

Sementara Gen Z lebih suka gaya konservatif dan klasik dengan warna netral dan potongan sederhana.

Desainer Payal Jain justru menyoroti pengaruh digitalisasi pada industri fesyen tahun ini.

“Tren fesyen digital dan alat-alat yang didukung AI tampaknya berada di garis depan, karena merek-merek bereksperimen di media sosial dan e-commerce, memadukan lemari pakaian fisik dan virtual,” kata Jain.

Ia menambahkan industri akan fokus pada pakaian tanpa musim, netral gender, anti-fit, dan serbaguna.

"Merek fesyen lambat yang berorientasi pada cerita dan kerajinan tangan semakin disukai daripada fesyen cepat meskipun biayanya lebih tinggi dan kehadiran medianya lebih besar, dengan pergeseran nilai yang lebih dalam daripada tren yang berlalu," ucapnya.

Desainer Shruti Sancheti menggambarkan 2026 sebagai tahun pengendalian diri dan keanggunan.

Sejak akhir 2025, industri fesyen bergeser dari promosi mencolok dan logo besar menuju keanggunan yang menonjolkan kerajinan.

Warna cloud dancer diprediksi jadi tren tahun ini karena menonjolkan ketenangan, lembut, dan abadi.

“Di saat orang-orang lelah dan mencari ketenangan, mode di tahun 2026 akan tentang pengendalian diri, penyempurnaan, dan kembali pada keanggunan. Kurang akan benar-benar lebih baik,” tambahnya.

Sumber: Hindustan Times

Bagikan

Mungkin Kamu Suka