Jakarta (KABARIN) - Banyak orang menganggap teknik berpakaian berlapis atau layering hanya cocok digunakan saat cuaca dingin. Padahal, dengan trik yang tepat, gaya ini tetap bisa diterapkan di musim panas tanpa membuat tubuh terasa gerah.
Menurut desainer kreatif sekaligus Direktur Gargee Designer, Ravi Gupta, kunci utama layering di cuaca panas adalah memilih bahan yang tepat dan mengutamakan kenyamanan.
Ditulis laman Hindustan Times pada Selasa (2/6), Ravi menjelaskan bahwa seni berpakaian berlapis saat musim panas bukan sekadar menumpuk pakaian, melainkan menciptakan tampilan yang tetap ringan, nyaman, dan stylish dalam waktu bersamaan.
Pemilihan bahan menjadi faktor paling penting. Ravi menyarankan untuk menghindari kain sintetis yang cenderung tebal dan kurang memiliki ventilasi udara sehingga panas tubuh mudah terperangkap.
Sebagai gantinya, ia merekomendasikan bahan yang lebih mudah "bernapas" seperti linen, katun, modal, dan tencel.
Linen menjadi salah satu pilihan favorit karena terkenal ringan dan sejuk saat digunakan. Sementara katun menawarkan kenyamanan yang cocok untuk aktivitas sehari-hari. Selain itu, bahan tipis dan kain berjaring atau mesh juga bisa menjadi pilihan untuk menciptakan efek layering tanpa membuat penampilan terasa berat.
"Demikian pula, perlu diperhatikan kesesuaian pakaian," kata Ravi.
Selain bahan, potongan pakaian juga berperan penting. Pakaian yang terlalu ketat dapat menghambat sirkulasi udara dan membuat tubuh lebih cepat merasa panas. Sebaliknya, model pakaian yang longgar memungkinkan udara mengalir lebih bebas sehingga tetap nyaman dipakai meski cuaca sedang terik.
Ravi juga membagikan salah satu trik layering yang efektif untuk musim panas, yakni menciptakan kesan berlapis secara visual tanpa harus benar-benar mengenakan banyak lapisan pakaian.
"Salah satu teknik layering musim panas yang paling efektif adalah menciptakan tampilan pakaian berlapis secara visual, bukan secara harfiah," kata Ravi.
Misalnya, kamu bisa mengenakan kemeja berkancing yang dibiarkan terbuka di atas tank top atau kaus tipis. Cara ini membuat penampilan terlihat lebih stylish sekaligus tetap memberi ruang bagi udara untuk bersirkulasi.
Pilihan lainnya adalah menambahkan sweater rajut tipis di bahu atau mengikatnya di pinggang untuk memberi aksen tambahan tanpa membuat tubuh kepanasan.
Atasan rajut ringan, kemeja tipis, atau rompi tanpa lengan berbahan linen juga bisa menjadi opsi layering yang nyaman untuk cuaca panas. Selain memberikan dimensi pada penampilan, item-item tersebut tetap terasa ringan saat digunakan.
Bagi yang tidak ingin mengenakan terlalu banyak lapisan, aksesori bisa menjadi solusi untuk menambah karakter pada outfit. Ravi menyarankan penggunaan bandana ringan, syal berbahan menyerap keringat, perhiasan, hingga kaus kaki berwarna cerah yang dipadukan dengan sepatu pantofel atau sneakers.
Tak kalah penting, pemilihan warna juga memengaruhi kenyamanan saat beraktivitas di musim panas. Warna-warna terang seperti putih, pastel, dan nuansa netral lembut dinilai lebih efektif membantu tubuh tetap terasa sejuk sekaligus menciptakan tampilan yang bersih dan rapi.
Dengan kombinasi bahan yang tepat, potongan yang nyaman, serta pemilihan warna yang sesuai, teknik layering tetap bisa menjadi andalan untuk tampil modis di musim panas tanpa harus khawatir kegerahan.
Baca juga: Tren Baggy dan Barel Jeans Meningkat, Begini Cara Padu Padannya
Sumber: ANTARA