Ratusan Warga Brasil Protes Intervensi AS di Venezuela

waktu baca 2 menit

Rio De Janeiro, Brasil (KABARIN) - Ratusan warga Brasil turun ke jalan di pusat kota Rio de Janeiro untuk memprotes serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela. Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas dan penolakan terhadap intervensi militer AS di kawasan Amerika Latin.

Menurut laporan koresponden RIA Novosti, unjuk rasa tersebut diorganisasi oleh serikat pekerja bersama sejumlah partai politik sayap kiri. Para demonstran membawa berbagai poster dan spanduk dengan slogan seperti “Trump, keluar dari Venezuela” dan “Venezuela harus dihormati.”

Salah satu juru bicara Partai Persatuan Rakyat di Rio de Janeiro menilai serangan AS bukan sekadar persoalan dua negara, melainkan ancaman bagi kawasan secara luas.

“Ini bukan hanya serangan terhadap Venezuela, tetapi terhadap seluruh Amerika Latin,” kata juru bicara tersebut kepada RIA Novosti.

Ia juga mengkritik sikap pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang dinilai semakin agresif dalam kebijakan luar negerinya.

“Saat ini, pemerintahan [Presiden AS Donald] Trump dan Amerika Serikat percaya bahwa mereka menguasai dunia dan dapat menyerang negara mana pun, berpura-pura bahwa tidak terjadi apa-apa,” imbuhnya.

Dalam aksi tersebut, para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Venezuela berukuran besar. Beberapa poster yang dibawa massa juga menyinggung kepentingan ekonomi AS, khususnya soal minyak Venezuela, yang disebut-sebut menjadi salah satu latar belakang intervensi tersebut.

Aksi protes ini tak lepas dari peristiwa pada 3 Januari lalu, ketika AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela. Dalam operasi itu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa ke New York.

Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan bahwa Maduro dan Flores akan diadili dengan tuduhan terlibat dalam “narkoterorisme” serta dianggap menimbulkan ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat. Langkah tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak di Amerika Latin dan memicu gelombang protes, termasuk di Brasil.


Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka