Ini adalah angka terakhir 21 Februari 2026, sehingga kalau kita lihat di akhir 2025 itu 53,8 juta penerima, saat ini sudah 60,24 juta penerima
Jakarta (KABARIN) - Kementerian Keuangan mencatat anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah terserap sebesar Rp36,6 triliun hingga 21 Februari 2026.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari 2026 di Jakarta, program MBG sudah menjangkau 60,24 juta penerima dan dijalankan melalui 23.678 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Ini adalah angka terakhir 21 Februari 2026, sehingga kalau kita lihat di akhir 2025 itu 53,8 juta penerima, saat ini sudah 60,24 juta penerima,” ujar Suahasil.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama, jumlah penerima program MBG hanya 549.669 orang melalui 246 SPPG dengan realisasi anggaran Rp45,2 miliar. Artinya, program ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan.
Suahasil juga memaparkan sebaran penerima program MBG ada di seluruh wilayah Indonesia, seperti di Sumatera mencapai 12,3 juta penerima dan Sulawesi 4,4 juta penerima.
Serapan anggaran MBG per Februari 2026 juga terbilang cepat karena pada Januari 2026 realisasinya tercatat Rp19,5 triliun. Menurut Wamenkeu, penyaluran anggaran MBG ikut mendorong peningkatan belanja barang yang totalnya Rp25,9 triliun pada bulan yang sama.
Selain belanja barang, Kemenkeu mencatat belanja kementerian/lembaga lainnya seperti belanja pegawai Rp19,3 triliun, belanja modal Rp1,2 triliun, dan belanja bansos Rp9,5 triliun.
Kinerja tersebut membuat pertumbuhan belanja K/L naik 128,9 persen dengan realisasi Rp55,8 triliun atau setara 3,7 persen dari target APBN. Sementara belanja non-K/L tercatat Rp76,1 triliun sehingga total belanja pemerintah pusat mencapai Rp131,9 triliun atau naik 53,3 persen.
Dengan kombinasi realisasi transfer ke daerah sebesar 95,3 persen, total belanja negara per 31 Januari 2026 tercatat Rp227,3 triliun.
Sumber: ANTARA