Amorim Dipecat Karena Kritiknya Bikin Sir Jim Ratcliffe Ngamuk

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Sir Jim Ratcliffe disebut-sebut ngamuk usai Ruben Amorim melontarkan kritik terbuka terhadap hierarki internal Manchester United. Amarah itu kabarnya berujung pada keputusan pemecatan Amorim yang diambil langsung oleh pemilik saham minoritas klub tersebut.

Laporan Manchester Evening News menyebut Ratcliffe sangat tidak senang dengan pernyataan Amorim dalam konferensi pers usai laga imbang 1-1 melawan Leeds United. Dalam kesempatan itu, pelatih asal Portugal tersebut menyinggung struktur manajemen klub dan menegaskan dirinya datang ke Old Trafford sebagai manajer, bukan sekadar pelatih kepala.

Dalam konferensi pers akhir pekan lalu, Amorim kembali menegaskan bahwa kesepakatan posisinya sebagai manajer sudah ditandatangani untuk durasi 18 bulan, dengan evaluasi lanjutan setelahnya. Peran manajer, menurut Amorim, memberinya kewenangan lebih luas dalam pengelolaan tim, termasuk urusan transfer pemain. Hal ini berbeda dengan posisi pelatih kepala yang hanya fokus pada taktik dan pertandingan.

Tak hanya soal struktur internal, Amorim juga mengkritik sikap manajemen yang dinilainya kurang tegas dalam menyikapi komentar para pengamat Liga Inggris, termasuk mantan pemain Manchester United seperti Gary Neville, yang kerap melontarkan kritik ke klub.

Tak lama setelah polemik tersebut, Manchester United secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Ruben Amorim setelah lebih dari satu tahun bekerja sama. Klub menyampaikan apresiasi atas kontribusi sang pelatih selama menangani tim berjuluk Setan Merah itu.

Untuk sementara, posisi pelatih kepala akan diisi oleh Darren Fletcher saat MU menghadapi Burnley pada pekan ke-21 Liga Inggris, Rabu waktu setempat.

Ruben Amorim sendiri ditunjuk sebagai pelatih Manchester United pada 11 November 2024 untuk menggantikan Erik ten Hag. Selama masa kepemimpinannya, ia sempat membawa MU ke final Liga Europa musim 2024/2025, meski akhirnya kalah dari Tottenham Hotspur di partai puncak.

Di Liga Inggris 2024/2025, Manchester United harus finis di posisi ke-15 klasemen akhir dengan 42 poin dari 38 laga. Memasuki musim 2025/2026, performa tim sempat membaik dengan berada di peringkat keenam klasemen sementara setelah 20 pekan, mengoleksi 31 poin dan hanya terpaut tiga poin dari zona empat besar sebelum pemecatan Amorim terjadi.

Secara keseluruhan, Amorim memimpin Manchester United dalam 63 pertandingan dengan rata-rata 1,43 poin per laga. Sebelumnya, ia dikenal sukses membangun reputasi kepelatihan bersama Sporting CP dan Braga di Portugal.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka