Jakarta (KABARIN) - Anime legendaris “Doraemon” resmi tak lagi tayang di layar kaca mulai awal 2026. Keputusan ini sekaligus menutup perjalanan panjang Doraemon yang sudah menemani penonton Indonesia selama 35 tahun, khususnya di momen khas akhir pekan.
Kabar ini langsung memantik nostalgia di kalangan warganet. Banyak yang mengenang petualangan seru Nobita, Shizuka, Giant, dan Suneo bersama robot kucing biru-putih yang selalu hadir tiap Minggu pagi.
Salah satunya Galuh, yang mengaku Doraemon adalah tontonan wajib di masa kecilnya. Baginya, anime ini selalu jadi alasan untuk menantikan hari Minggu.
“Ingin cepat-cepat hari minggu biar bisa nonton ‘Doraemon’. Sampai senang banget kalau tidak jadi ke gereja pagi, karena bisa nonton ‘Doraemon,” kenangnya saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Selasa.
Galuh menilai berhentinya Doraemon di televisi kemungkinan besar dipengaruhi perubahan zaman. Menurutnya, kebiasaan menonton sudah bergeser dari TV ke berbagai platform digital.
Meski begitu, ia menganggap absennya Doraemon dari layar kaca bukan masalah besar, selama serial dan filmnya masih bisa dinikmati lewat platform digital.
Cerita serupa juga datang dari Satrio. Ia mengingat Doraemon sebagai anime yang identik dengan karakter Nobita, anak malas yang selalu mencari jalan pintas dengan bantuan alat-alat ajaib Doraemon.
Anime yang tayang setiap Minggu pagi itu sangat membekas baginya, terutama saat Nobita mendapat bantuan Doraemon, tapi justru berujung masalah.
Satrio berharap Doraemon bisa terus hadir lewat platform digital agar tetap relevan dan dekat dengan generasi muda saat ini.
Sementara itu, Angel punya kenangan tersendiri dengan salah satu alat paling ikonik di Doraemon, baling-baling bambu. Baginya, alat tersebut identik dengan imajinasi dan kebebasan berpetualang.
“Baling-baling bambu mengingatkan kau akan indahnya hari Minggu pagi sebelum pergi ke gereja harus nonton dulu,” katanya.
Angel berharap meski tak lagi tayang di televisi swasta, Doraemon setidaknya bisa hadir di stasiun televisi milik negara. Menurutnya, anime ini masih layak menjadi tontonan akhir pekan yang menemani anak-anak Indonesia.
Meski Doraemon pamit dari layar kaca, jejaknya jelas tak akan mudah hilang. Bagi banyak orang, Doraemon bukan sekadar anime, tapi bagian dari memori masa kecil yang tumbuh bersama suara khas lagu pembuka setiap Minggu pagi.
Sumber: ANTARA