Hamilton (KABARIN) - Pemerintah Kolombia menyampaikan keberatan resmi kepada Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump melontarkan tudingan keras kepada Presiden Gustavo Petro. Langkah itu diumumkan Menteri Luar Negeri Kolombia Rosa Villavicencio pada Selasa.
Villavicencio mengatakan pihaknya telah menyiapkan nota protes yang akan disampaikan langsung kepada Kuasa Usaha Amerika Serikat John McNamara. Dokumen tersebut berisi penolakan tegas atas pernyataan yang dinilai menghina sekaligus mengancam Presiden Petro.
Ia menegaskan Petro merupakan kepala negara yang terpilih melalui proses demokrasi. Menurutnya, serangan personal terhadap presiden sama saja dengan merendahkan Kolombia sebagai sebuah negara dan mengabaikan proses demokrasi yang dijalani rakyatnya.
Pernyataan ini muncul setelah Trump secara terbuka menuding Petro terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba. Tuduhan itu disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One.
Dalam pernyataannya, Trump bahkan membuka kemungkinan melakukan operasi terhadap Kolombia dan menyebut hal itu sebagai sesuatu yang “terdengar bagus bagi saya.”
Trump juga melabeli Kolombia sebagai negara yang “sangat sakit” dan menyebut pemimpinnya sebagai “orang sakit.” Ia menuding tanpa bukti bahwa Petro terlibat dalam produksi dan distribusi kokain ke Amerika Serikat.
“Petro tidak akan bisa melakukannya dalam waktu lama,” tambah Trump.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Gustavo Petro membantah keras semua tuduhan. Ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam aktivitas perdagangan narkoba dalam bentuk apa pun.
Sumber: ANAD