Terapi Suara Bisa Jadi Harapan Baru untuk Pengobatan Alzheimer

waktu baca 2 menit

Beijing (KABARIN) - Sekelompok ilmuwan China nemuin kalau terapi suara yang sederhana dan non-invasif bisa bikin perubahan biologis besar dan tahan lama di monyet tua.

Hasil ini bikin harapan baru muncul buat pengobatan fisik penyakit Alzheimer.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences atau PNAS ini dipimpin para peneliti dari Institut Zoologi Kunming yang berada di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China.

Mereka fokus pakai nada berfrekuensi 40 hertz, suara dengungan rendah yang masih bisa didenger manusia.

Sebelumnya, penelitian di tikus udah nunjukin kalau stimulasi 40 hertz bisa bantu ngeluarin protein beracun penyebab Alzheimer dari otak. Penelitian terbaru ini jadi bukti pertama yang berasal dari primata non-manusia.

Pada Alzheimer, protein beta-amyloid suka menumpuk jadi plak dan bikin sel otak rusak, ganggu ingatan dan kemampuan berpikir. Biasanya otak ngebersihin limbah ini lewat cairan serebrospinal.

Dalam penelitian ini, tim ngetes sembilan monyet rhesus tua yang otaknya alami punya plak mirip Alzheimer. Monyet-monyet itu diperdengerin nada 40 hertz sejam sehari tiap minggu.

Hasilnya mengejutkan. Kadar protein utama yang berhubungan Alzheimer di CSF monyet-monyet itu naik lebih dari dua kali lipat setelah terapi. Artinya, limbah di otak mereka berhasil dibuang lebih banyak.

"Hal yang paling menakjubkan adalah efek itu bertahan lama. Saat kami cek lima minggu setelah pengobatan berakhir, perubahan positif itu nggak hilang," kata Hu Xintian, peneliti di KIZ.

Obat Alzheimer yang udah disetujui sekarang memang efektif untuk beberapa pasien, tapi bisa punya risiko seperti pembengkakan otak dan harganya mahal. Stimulasi suara 40 hertz jadi alternatif aman dan murah, jelas Hu.

"Efek jangka panjang yang kami liat di primata mendukung pengembangan metode lembut ini sebagai terapi masa depan untuk Alzheimer," tambah Hu.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka