Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah membuka perdagangan Rabu pagi di zona merah. Mata uang Garuda tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, rupiah berada di level Rp16.848 per dolar AS, turun dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.829 per dolar AS.
Pergerakan ini menunjukkan tekanan masih membayangi rupiah di awal aktivitas pasar hari ini. Pelemahan tipis tersebut menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global, terutama terkait arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat serta dinamika pasar keuangan internasional.
Meski penurunannya relatif kecil, pergerakan kurs tetap menjadi perhatian karena nilai tukar rupiah sangat berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan, harga impor, hingga stabilitas ekonomi domestik.
Investor dan pelaku pasar biasanya memantau pembukaan perdagangan sebagai indikator awal sentimen harian. Ketika rupiah melemah terhadap dolar AS, biaya impor berpotensi meningkat, sementara sektor ekspor bisa mendapat sedikit keuntungan karena produk Indonesia menjadi relatif lebih kompetitif di pasar global.
Pergerakan rupiah sepanjang hari masih berpeluang berubah mengikuti perkembangan pasar global maupun respons pelaku pasar terhadap data ekonomi terbaru yang dirilis dalam beberapa waktu ke depan.
Baca juga: Harga Emas Antam Merosot Rp45.000 ke Angka Rp3,023 Juta/gr Hari Rabu Ini
Sumber: ANTARA