Samsung Kemungkinan Akan Naikan Harga Imbas Kelangkaan Memori

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Samsung memberi sinyal bahwa harga perangkat elektronik, termasuk ponsel pintar, berpotensi naik dalam waktu dekat. Penyebab utamanya adalah lonjakan biaya komponen, terutama memori, yang makin menekan industri teknologi global.

Dikutip dari GSM Arena, Jumat, Co-CEO Divisi Mobile Samsung TM Roh mengakui perusahaan sedang berada dalam situasi harga yang cukup berat. Dalam wawancaranya di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026, ia menyebut penyesuaian harga ponsel bisa menjadi langkah yang sulit dihindari.

Samsung saat ini terus berkoordinasi dengan para mitra di sepanjang rantai pasok untuk mencari solusi jangka panjang. Kenaikan harga komponen ini tidak hanya berdampak pada smartphone, tetapi juga menyentuh lini produk lain seperti televisi dan berbagai perangkat pintar.

Sinyal serupa juga disampaikan Kepala Pemasaran Global Samsung, Wonjin Lee. Dalam wawancara dengan Bloomberg, ia mengatakan perusahaan sedang mempertimbangkan penyesuaian ulang harga agar tetap relevan dengan kondisi ekonomi terbaru.

Dari sisi bisnis chip, divisi semikonduktor Samsung memang sempat menjadi produsen chip terbesar di dunia pada 2024. Namun, pada 2025 posisi teratas untuk segmen memori berhasil direbut oleh pesaingnya, SK Hynix. Situasi ini membuat divisi ponsel Samsung masih kesulitan mendapatkan chip memori dengan harga yang benar-benar kompetitif.

Di tengah tantangan tersebut, peluncuran Galaxy S26 menjadi momen krusial bagi Samsung. Seri ini dinilai sangat penting, terutama setelah Apple menyalip Samsung sebagai produsen ponsel terbesar di dunia, berkat penjualan iPhone 17 yang kuat.

Untuk menjaga daya saing, Samsung dikabarkan tengah mempertimbangkan strategi menahan harga Galaxy S26 di beberapa negara tertentu, meski tekanan biaya produksi terus meningkat.

Di luar isu harga, Samsung juga menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Berdasarkan survei internal, tingkat kesadaran pengguna Galaxy terhadap fitur AI melonjak dari 30 persen menjadi 80 persen hanya dalam satu tahun terakhir.

Samsung pun menargetkan pengiriman sekitar 400 juta perangkat berbasis AI sepanjang tahun ini. Target tersebut mencakup ponsel pintar, televisi, hingga peralatan rumah tangga, dan diproyeksikan menggandakan jumlah total perangkat Galaxy AI yang beredar di pasar global.

Sumber: GSM Arena

Bagikan

Mungkin Kamu Suka