Riset Ungkap Olahraga Bisa Bantu Ringankan Gejala Depresi

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) -

Aktivitas fisik disebut punya peran besar dalam membantu meredakan gejala depresi dan efeknya dinilai sebanding dengan terapi psikologis maupun konsumsi obat, berdasarkan studi dari lembaga riset independen Cochrane.

Tim peneliti menelaah 73 uji klinis yang melibatkan hampir 5.000 orang dewasa dengan depresi. Analisis ini dilakukan untuk melihat seberapa kuat bukti ilmiah bahwa olahraga dapat membantu mengurangi berbagai keluhan depresi.

Hasil kajian menunjukkan olahraga tidak kalah efektif dibandingkan metode penanganan umum seperti terapi atau obat dalam menekan gejala depresi. Gejala yang diamati antara lain rasa lelah berkepanjangan, kesedihan, gangguan tidur, hingga perasaan putus asa.

“Temuan kami menunjukkan olahraga tampak menjadi pilihan yang aman dan mudah diakses untuk membantu mengelola gejala depresi,” ujar penulis utama studi sekaligus profesor University of Lancashire Andrew Clegg, dikutip dari laman Euronews di Jakarta, Jumat.

Clegg menekankan pentingnya menemukan cara mengatasi depresi yang realistis dan bisa dijalani secara konsisten oleh pasien. Meski begitu, tim Cochrane mengingatkan bahwa jumlah uji klinis dengan kualitas tinggi masih terbatas karena banyak penelitian hanya melibatkan kurang dari 100 peserta. Dampak jangka panjangnya pun masih perlu dikaji lebih dalam.

Temuan ini muncul saat depresi menjadi masalah kesehatan global yang makin berat. Data Organisasi Kesehatan Dunia mencatat lebih dari 280 juta orang di dunia hidup dengan depresi, menjadikannya salah satu penyebab utama gangguan kesehatan dan disabilitas.

Dalam tinjauan tersebut juga disebutkan tidak ada satu jenis olahraga yang paling unggul. Aktivitas fisik ringan hingga sedang justru dinilai memberi manfaat lebih besar dibandingkan olahraga berat. Program yang memadukan latihan aerobik dan penguatan otot juga dianggap lebih efektif daripada aerobik saja.

Sementara itu, aktivitas seperti yoga, qigong, dan peregangan belum masuk dalam analisis ini dan masih disarankan untuk diteliti lebih lanjut.

Sejumlah panduan klinis internasional telah memasukkan olahraga sebagai bagian dari penanganan depresi, terutama untuk kasus ringan hingga sedang. Di Inggris, NICE merekomendasikan olahraga kelompok setidaknya sekali dalam sepekan selama 10 minggu, sementara asosiasi psikiatri di Eropa dan Kanada juga menjadikan aktivitas fisik sebagai salah satu opsi terapi.

Sumber: Euro News

Bagikan

Mungkin Kamu Suka