Trump Ancam Iran dengan Serangan Keras jika Demonstran Disakiti

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran. Ia menyebut Washington tidak akan tinggal diam jika aparat di negara tersebut mulai melakukan kekerasan terhadap warga yang turun ke jalan.

Dalam wawancara dengan sebuah radio konservatif pada Kamis (8/1) waktu setempat, Trump menegaskan sikapnya terkait gelombang protes di Iran. “Saya telah memberi tahu mereka bahwa jika mereka mulai membunuh orang-orang ... kami akan menyerang mereka dengan sangat keras,” ujar Trump.

Ancaman itu sejalan dengan pernyataan sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah AS berulang kali menyatakan siap mengambil langkah tegas apabila pengunjuk rasa damai di Iran menjadi sasaran kekerasan.

Menanggapi pernyataan tersebut, pemerintah Iran langsung bereaksi. Pada Rabu (7/1), Kementerian Luar Negeri Iran mengecam pernyataan Trump dan menyebutnya sebagai sikap yang mencampuri urusan dalam negeri serta menyesatkan.

Dalam pernyataan resminya, Teheran menilai komentar dari Washington bukanlah bentuk kepedulian terhadap rakyat Iran. Sebaliknya, hal itu disebut sebagai kelanjutan dari kebijakan lama Amerika Serikat yang penuh tekanan dan campur tangan terhadap negara tersebut.

Iran juga menegaskan bahwa pernyataan AS terkait situasi domestik di negaranya hanya mencerminkan sikap bermusuhan yang sudah berlangsung lama, bukan niat tulus untuk melindungi hak dan kesejahteraan masyarakat Iran.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka