Eropa Tingkatkan Peran NATO di Arktik untuk Cegah Ambisi AS

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Negara-negara Eropa percaya memperkuat NATO di kawasan Arktik bisa meyakinkan Presiden AS Donald Trump bahwa Washington tidak perlu “memiliki” Greenland demi alasan keamanan, lapor Politico pada Jumat mengutip beberapa sumber.

Pada 3 Januari, Trump menyatakan kepada majalah The Atlantic bahwa Amerika Serikat “mutlak” membutuhkan Greenland karena pulau itu “dikepung kapal Rusia dan China”.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen langsung menegaskan agar Trump menghentikan ancaman aneksasi terhadap Greenland, wilayah otonom yang berada dalam Kerajaan Denmark.

Dalam pertemuan tertutup para duta besar NATO di Brussel pada Kamis, negara-negara anggota sepakat memperkuat postur aliansi di Arktik, kata tiga diplomat NATO kepada Politico.

Para diplomat menambahkan negara-negara Eropa lebih memilih mencari kompromi dengan Trump sebagai opsi pertama dan paling diinginkan. Pertemuan itu membahas berbagai strategi termasuk peningkatan kemampuan intelijen untuk pemantauan wilayah, menambah belanja pertahanan Arktik, pengerahan lebih banyak peralatan militer, dan menambah latihan di kawasan sekitar.

Salah satu sumber menyebut pertemuan yang dihadiri 32 utusan aliansi berlangsung dalam suasana produktif dan konstruktif.

Trump terus menegaskan Greenland seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat dengan alasan strategis untuk keamanan nasional dan pertahanan dunia bebas dari China dan Rusia. Mantan Perdana Menteri Greenland Mute Egede menegaskan pulau itu tidak untuk dijual.

Pada 4 Januari, Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, mengunggah peta Greenland berwarna bendera AS di platform X dengan keterangan “SOON”. Duta Besar Denmark untuk AS Jesper Moller Sorensen mengatakan Kopenhagen mengharapkan penghormatan terhadap keutuhan wilayah kerajaan. Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyebut unggahan itu tidak sopan.

Desember lalu, Trump menunjuk Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland. Landry menegaskan kembali tujuan AS menjadikan pulau itu bagian dari wilayahnya, yang mengejutkan dan menuai kecaman dari Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen. Frederiksen dan Nielsen memperingatkan Amerika Serikat untuk menghormati keutuhan wilayah Denmark dan Greenland.

Greenland pernah menjadi koloni Denmark hingga 1953 dan tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada 2009 dengan kewenangan mengatur pemerintahan sendiri serta menentukan kebijakan domestik.

Sumber: Sputnik_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka