Jakarta (KABARIN) - Di tengah sorotan publik yang tak pernah benar-benar menjauh darinya, Britney Spears kembali membuat pengakuan mengejutkan. Bintang pop asal Amerika Serikat itu mengungkapkan bahwa ia tidak akan pernah lagi tampil di Amerika Serikat, sebuah pernyataan yang langsung memicu beragam spekulasi dari penggemar dan industri musik global.
Melalui unggahan media sosial yang memperlihatkan dirinya duduk di atas panggung di samping sebuah piano putih, Spears menuliskan kalimat singkat namun sarat makna.
“Aku tidak akan pernah tampil di AS lagi karena alasan yang sangat sensitif,” tulisnya.
Meski tidak menjelaskan lebih jauh apa yang dimaksud dengan alasan sensitif tersebut, pernyataan itu terasa sebagai penegasan batas baru dalam hidup dan karier sang ikon pop, yang selama bertahun-tahun berada di bawah tekanan personal dan publik.
Menariknya, Britney justru memberi sinyal harapan untuk tampil di luar Amerika. Dalam unggahan yang sama, ia menyebut Inggris dan Australia sebagai dua negara yang mungkin menjadi panggung berikutnya—bukan untuk ambisi besar, melainkan momen yang terasa lebih personal.
“Aku berharap bisa duduk di bangku dengan mawar merah di rambutku, rambut disanggul, tampil bersama putraku, di Inggris dan Australia dalam waktu dekat,” tulisnya.
“Dia bintang besar, dan aku sangat rendah hati bisa berada di hadapannya.”
Ungkapan tersebut memperlihatkan sisi Britney yang lebih lembut—seorang ibu yang bangga pada anaknya. Spears diketahui memiliki dua putra, Sean Preston (20) dan Jayden (19), dari pernikahannya dengan Kevin Federline. Ia juga sempat menyampaikan niat untuk memberikan piano putih tersebut kepada salah satu putranya, meski tidak menyebutkan secara spesifik siapa.
Dalam unggahan lain, pelantun “Gimme More” itu turut menanggapi kebiasaan publik menyoroti video tarian yang kerap ia bagikan di Instagram. Menurutnya, tarian tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari proses penyembuhan diri.
“Tarian-tarian itu menyembuhkan hal-hal di tubuhku yang tidak diketahui orang lain,” ungkapnya.
“Iya, kadang memalukan… tapi aku telah melewati api untuk menyelamatkan hidupku.”
Sebagai salah satu artis dengan penjualan terbaik sepanjang sejarah musik pop, Britney terakhir kali tampil di Amerika Serikat pada Oktober 2018, saat menutup Piece of Me Tour di Austin. Setahun kemudian, ia sempat dijadwalkan membuka residensi Las Vegas keduanya bertajuk Domination, namun proyek tersebut dibatalkan sebelum akhirnya ia semakin menjauh dari panggung hiburan.
Meski jarang tampil, Britney tidak sepenuhnya meninggalkan musik. Ia tetap merilis karya, termasuk kolaborasi dengan Elton John lewat “Hold Me Closer” pada 2022, serta “Mind Your Business” bersama will.i.am pada 2023.
Kini, di fase hidup yang lebih tenang dan reflektif, Britney Spears tampaknya memilih jalannya sendiri—menjauh dari panggung besar Amerika, dan mendekat pada hal-hal yang memberinya rasa aman, makna, dan kebebasan.
Sumber: HollywoodReporter