Bob Weir Meninggal Dunia di Usia 78 Tahun, Legenda Grateful Dead Tutup Usia

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Dunia musik kehilangan salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah rock Amerika. Bob Weir, penyanyi, gitaris, sekaligus salah satu pendiri Grateful Dead, dikabarkan meninggal dunia pada usia 78 tahun.

Kabar duka ini disampaikan oleh pihak keluarga, yang menyebut Weir mengembuskan napas terakhir dengan tenang pada Sabtu (10/1), setelah berjuang melawan masalah paru-paru bawaan. Sebelumnya, musisi legendaris tersebut sempat menunjukkan kekuatan luar biasa dengan berhasil melewati masa pengobatan kanker yang didiagnosis pada Juli 2025.

Dalam pernyataan emosional yang dikutip dari The Hollywood Reporter, keluarga menggambarkan Bob Weir bukan sekadar musisi, melainkan sosok yang menghadirkan kehangatan dan kebersamaan melalui karya-karyanya.

“Bobby akan selamanya menjadi kekuatan penuntun yang keunikan seninya membentuk kembali musik Amerika. Karyanya bukan sekadar memenuhi ruangan dengan musik, melainkan seperti sinar matahari hangat yang mengisi jiwa, membangun komunitas, bahasa, dan rasa kekeluargaan lintas generasi,” tulis keluarga.

Bagi mereka yang mengenalnya, setiap akor dan lirik yang dimainkan Weir bukan hanya bunyi, tetapi bagian dari kisah hidup yang ia jalani—tentang kebebasan, pencarian makna, dan ikatan manusia yang melampaui waktu.

Bob Weir lahir pada 16 Oktober 1947 di San Francisco dan diadopsi oleh keluarga di Palo Alto saat masih bayi. Masa kecilnya jauh dari kata mudah. Ia dikeluarkan dari hampir setiap sekolah yang pernah ia masuki dan harus berjuang dengan disleksia yang kala itu belum terdiagnosis.

Namun, segalanya berubah ketika Weir jatuh cinta pada gitar di usia 14 tahun. Terinspirasi oleh musisi seperti Jorma Kaukonen dari Hot Tuna dan Jefferson Airplane, musik perlahan menjadi ruang aman sekaligus pelarian yang membentuk hidupnya.

Takdir mempertemukannya dengan Jerry Garcia pada malam tahun baru 1963, pertemuan yang kemudian melahirkan salah satu band paling ikonik dalam sejarah musik, Grateful Dead.

Grateful Dead merilis album debut self-titled mereka pada Maret 1967 di bawah label Warner Bros. Sejak saat itu, band ini terus melahirkan karya-karya monumental yang membentuk lanskap musik rock, folk, dan psychedelic Amerika.

Album live legendaris Live/Dead (1969) menghadirkan versi epik “Dark Star” berdurasi lebih dari 23 menit. Dua album studio mereka di tahun 1970, Workingman’s Dead dan American Beauty, menjadi tonggak penting dalam musik folk-rock. Eksperimen musikal berlanjut lewat Terrapin Station (1977), sementara In the Dark (1987) membawa Grateful Dead ke arus utama lewat lagu “Touch of Grey”, yang menjadi hit MTV sekaligus single pertama mereka yang menembus Top 10 Billboard.

Karier Weir bersama Grateful Dead ditutup dengan berbagai proyek ikonik, termasuk album live Dylan & the Dead (1989), kolaborasi bersejarah dengan Bob Dylan.

Kepergian Bob Weir meninggalkan ruang kosong yang tak tergantikan. Namun, musiknya—seperti yang diyakini para penggemarnya—akan terus hidup, berputar, dan menghubungkan jiwa-jiwa dalam satu irama kebersamaan.

Sumber: The Hollywood Reporter

Bagikan

Mungkin Kamu Suka