Banjir Rendam Jakarta Utara, Dishub Turun Tangan Atur Lalu Lintas

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) -

Hujan deras yang mengguyur Jakarta hari Senin ini bikin sejumlah ruas jalan di Jakarta Utara kebanjiran. Buat mencegah kemacetan dan hal-hal yang nggak diinginkan, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara langsung mengerahkan petugas ke titik-titik terdampak.

“Kami sudah menempatkan petugas di lokasi-lokasi terdampak untuk mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan pengendara ke jalur alternatif terutama di ruas jalan yang tidak bisa dilalui,” kata Kepala Sudinhub Jakarta Utara, Rudy Saptari, di Jakarta, Senin.

Beberapa ruas jalan terpaksa ditutup karena tergenang cukup dalam. Di wilayah Tanjung Priok, Jalan Gaya Motor dan Jalan Sungai Bambu Simpang Astra terendam air setinggi 30 sampai 70 sentimeter. Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Mangga Dua, Pademangan, dengan genangan sekitar 50 sentimeter.

Wilayah Penjaringan bahkan terdampak lebih parah. Di beberapa titik, ketinggian air mencapai sekitar 100 sentimeter, sementara di Jalan Jembatan Tiga Raya genangan tercatat sekitar 30 sentimeter.

Banjir juga muncul di Kecamatan Koja, tepatnya di Jalan Kramat Jaya Raya, sekitar Jakarta Islamic Center di Jalan Mindi Gang F, serta Jalan Bendungan Melayu. Ketinggian air di kawasan ini bervariasi, mulai dari 10 hingga 50 sentimeter.

Di Kelapa Gading, genangan terpantau di Jalan Hybrida dan Jalan Raya Pelepah Indah, tepatnya di Bundaran La Piazza. Meski begitu, masih ada beberapa ruas yang bisa dilalui kendaraan meski tergenang.

Untuk wilayah Tanjung Priok, genangan juga terlihat di Jalan Bugis dan Jalan Yos Sudarso. Sementara di Pademangan, air menggenangi Jalan Bintang Mas dan Jalan RE Martadinata di sekitar Stasiun Ancol.

Kabar baiknya, beberapa jalur utama seperti Tol Kebon Baru, KBN Cilincing, Jalan Tanah Merdeka, Jalan Raya Pelabuhan (Pos 9), dan Jalan Semper Kramat Jaya masih bisa dilintasi. Meski begitu, pengendara tetap diminta ekstra hati-hati. “Namun, kami tetap mengimbau pengendara agar berhati-hati,” ujar Rudy.

Dishub juga mengingatkan warga agar tidak nekat menerobos genangan tinggi. Selain berbahaya, hal itu juga bisa merusak kendaraan.

“Keselamatan pengendara menjadi prioritas. Jangan memaksakan melintas karena dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya, serta berisiko merusak kendaraan,” kata Rudy.

Saat ini, Sudinhub Jakarta Utara terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani genangan dan memastikan arus lalu lintas tetap aman dan terkendali di area terdampak.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka