Iran Sebut Pernyataan Trump Picu Kekerasan di Teheran

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kedutaan Besar Iran di Jakarta menilai pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu telah memicu eskalasi kekerasan dan kerusuhan di Teheran.

“Republik Islam Iran sangat khawatir atas campur tangan terang-terangan dari beberapa aktor asing, khususnya AS dan rezim Zionis,” bunyi pernyataan resmi Kedubes Iran yang dirilis Rabu.

Menurut kedutaan, komentar dan sikap provokatif para pejabat AS dan Israel mendorong kekerasan serta kerusuhan, sekaligus dianggap melanggar hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Iran menekankan bahwa intervensi tersebut melanggar prinsip kedaulatan, non-intervensi dalam urusan internal, dan larangan ancaman atau penggunaan kekerasan.

“Kami menilai setiap dorongan atau dukungan terhadap kekerasan di negara merdeka sebagai pelanggaran hukum internasional dan tanggung jawab langsung bagi pihak yang campur tangan,” tambah pernyataan itu.

Kedutaan juga menjelaskan unjuk rasa yang dimulai 28 Desember 2025 dipicu fluktuasi nilai tukar dan dilakukan oleh serikat pekerja serta pengusaha di Teheran dengan tuntutan stabilisasi pasar dan kebijakan ekonomi yang efektif.

Namun, kata Kedubes, beberapa elemen kekerasan dari luar sengaja memanfaatkan aksi damai tersebut untuk merusak fasilitas publik dan menyerang aparat, yang sama sekali tidak terkait tuntutan ekonomi masyarakat.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat mengomentari aksi unjuk rasa ini dan menyatakan siap mengambil “tindakan sangat keras” jika rencana eksekusi terhadap demonstran terbukti benar.

“Saya belum mendengar soal hukuman gantung itu. Jika mereka menggantung orang-orang tersebut, Anda akan melihat beberapa hal terjadi. Kami akan mengambil tindakan yang sangat keras jika mereka melakukan hal seperti itu,” ucap Trump.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka