Jakarta (KABARIN) - Kasus child grooming yang kembali ramai dibicarakan belakangan ini jadi pengingat serius buat semua orang. Ancaman terhadap anak tidak selalu datang dengan cara kasar atau terang-terangan, tapi bisa muncul perlahan, halus, dan sering kali tidak disadari.
Child grooming adalah pola perilaku manipulatif yang dilakukan orang dewasa untuk membangun kedekatan emosional dan kepercayaan anak, dengan tujuan mengeksploitasi mereka di kemudian hari. Di era digital, ketika anak semakin aktif berinteraksi di dunia maya maupun lingkungan sosial, risiko ini jadi makin besar.
Karena itu, pencegahan tidak bisa menunggu sampai kejadian terjadi. Orang tua dan lingkungan sekitar perlu paham bagaimana cara mencegah sekaligus menangani child grooming agar anak bisa tumbuh di lingkungan yang aman dan terlindungi.
Cara mencegah child grooming sejak dini
1. Beri edukasi seksual sesuai usia
Anak perlu dikenalkan sejak dini tentang batasan tubuh, bagian tubuh pribadi, serta perilaku yang tidak pantas. Gunakan bahasa yang sederhana dan sesuai umur agar anak paham kapan situasi menjadi tidak aman.
2. Bangun komunikasi yang terbuka dan hangat
Biasakan anak bercerita tentang perasaan, pengalaman, dan aktivitas sehari-harinya. Kalau anak merasa aman dan tidak takut dimarahi, mereka akan lebih berani terbuka saat menemukan hal yang janggal.
3. Awasi aktivitas anak di dunia digital
Pantau penggunaan gawai, media sosial, game, dan aplikasi chat yang digunakan anak. Selain mengawasi, edukasi anak soal risiko interaksi online dan pentingnya menjaga privasi diri.
4. Ajarkan anak mengenali tanda bahaya
Beritahu anak soal perilaku orang dewasa yang patut dicurigai, seperti meminta rahasia, memberi hadiah berlebihan, atau mengajak melakukan hal yang membuat tidak nyaman.
5. Atur privasi akun media sosial anak
Pastikan akun anak bersifat privat dan tidak memamerkan data sensitif seperti alamat rumah, nomor telepon, nama sekolah, lokasi, atau rutinitas harian.
6. Pantau aplikasi, situs, dan game yang diakses
Orang tua perlu tahu platform apa saja yang digunakan anak. Batasi waktu layar, aktifkan fitur parental control, dan filter konten atau interaksi yang berpotensi berbahaya.
7. Ajarkan anak menolak hadiah dan sentuhan dari orang asing
Tanamkan pemahaman bahwa tidak semua perhatian itu baik. Anak harus tahu bahwa sentuhan fisik, terutama di bagian tubuh tertentu, tidak boleh dilakukan sembarang orang tanpa alasan yang jelas dan izin orang tua.
8. Segera laporkan jika ada kecurigaan
Kalau menemukan indikasi child grooming, jangan ragu melapor ke pihak berwenang, sekolah, atau lembaga perlindungan anak agar dampaknya tidak meluas.
Jika anak sudah mengalami child grooming, ini yang perlu dilakukan
- Langkah pertama dan paling penting adalah bersikap tenang dan hadir sepenuhnya untuk anak. Dengarkan cerita anak dengan penuh perhatian. Biarkan anak bercerita tanpa dipotong dan tanpa dihakimi.
- Yakinkan anak bahwa ia tidak bersalah, serta tekankan bahwa apa yang terjadi bukan kesalahannya.
- Kumpulkan dan simpan bukti. Jika ada pesan, rekaman, atau tangkapan layar, jangan dihapus karena penting untuk proses pelaporan.
- Hentikan semua interaksi dengan pelaku. Lindungi anak dengan segera memutus komunikasi atau pertemuan dengan pelaku.
Kasus child grooming menegaskan bahwa peran aktif orang tua dan lingkungan sangat krusial. Komunikasi yang sehat, edukasi yang tepat, serta pengawasan yang bijak jadi kunci utama agar anak bisa tumbuh aman, percaya diri, dan terlindungi dari ancaman yang sering datang tanpa disadari.
Sumber: ANTARA