PBB (KABARIN) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan atas meningkatnya retorika bernuansa militer seputar situasi di Iran.
"Tentu saja, kami sangat khawatir dengan meningkatnya retorika bernada militeristik yang kita lihat sedang terjadi terkait situasi di Iran," ujar Stephane Dujarric, juru bicara sekretaris jenderal PBB, menjawab pertanyaan Xinhua dalam sebuah taklimat haria, Selasa.
"Sangat penting bagi seluruh negara anggota (PBB) untuk mendorong diplomasi, bukan retorika militer," tuturnya.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa mengatakan telah membatalkan "semua pertemuan" dengan para pejabat Iran, sehari setelah dirinya mengumumkan bahwa setiap negara yang berbisnis dengan Iran akan dikenai tarif 25 persen untuk setiap bisnis yang dilakukan dengan AS.
Sementara itu, Pentagon sedang menyampaikan kepada Trump "opsi-opsi serangan terhadap Iran yang lebih beragam" daripada yang dilaporkan sebelumnya, seperti dilansir The New York Times pada Senin (12/1).
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera pada Senin yang sama mengatakan bahwa negaranya siap untuk berperang, tetapi tetap terbuka untuk berdialog, setelah Trump mengatakan militer AS sedang mempertimbangkan "opsi yang sangat kuat" terkait Iran.
Sumber: Xinhua