Hal itu ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sejauh 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan
Lumajang, Jawa Timur (KABARIN) - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berada pada Level III atau Siaga masih tinggi.
"Hal itu ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sejauh 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan," kata Lana dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang, Kamis.
Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, lanjut dia, pada hari Rabu (14/1) teramati dua kali kejadian awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai sekitar 5.000 meter dari puncak ke arah tenggara.
"Selain itu selama periode 7–14 Januari 2026 awan panas guguran juga beberapa kali teramati dengan jarak luncur serupa, disertai aktivitas guguran material," tuturnya.
Menurutnya, aktivitas kegempaan Gunung Semeru didominasi oleh gempa letusan, gempa guguran, gempa embusan dan tremor harmonik.
"Gempa-gempa yang terekam mengindikasikan bahwa masih adanya supply dari bawah permukaan Gunung Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan," katanya.
Parameter variasi kecepatan seismik (dv/v) berfluktuasi dengan nilai simpangan yang besar, kata dia, menandakan bahwa sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak mengalami pressurisasi, akan tetapi masih sangat rentan terhadap peningkatan tekanan.
Ia menjelaskan pemantauan deformasi menunjukkan pola yang relatif stabil, diinterpretasikan bahwa tidak terjadi peningkatan tekanan di dalam tubuh Gunung Semeru.
"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi maka tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi utama agar masyarakat, pengunjung, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari Kawah Jonggring Seloko," katanya.
Ia mengimbau masyarakat tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak ke arah tenggara yang dapat meluas hingga 17 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Berdasarkan pemantauan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru pada Kamis pukul 06.00-12.00 WIB tercatat aktivitas Gunung Semeru masih didominasi gempa letusan/erupsi sebanyak 35 kali, satu kali gempa guguran, satu kali gempa embusan, dan satu kali gempa vulkanik dalam.
Sumber: ANTARA