Bogota (KABARIN) - Presiden Kolombia Gustavo Petro memastikan akan bertatap muka dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 3 Februari mendatang. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung di Gedung Putih dan menjadi agenda penting bagi hubungan kedua negara.
Kepastian tersebut disampaikan Petro dalam rapat kabinet yang disiarkan ke publik pada Rabu 14 Januari. Ia menjelaskan jadwal pertemuan ditetapkan setelah adanya komunikasi diplomatik antara pemerintah Kolombia dan Amerika Serikat, terutama untuk membahas sejumlah isu yang masih berjalan, termasuk persoalan perdagangan narkoba.
Pertemuan ini akan menjadi momen pertama Petro dan Trump duduk bersama secara langsung sejak Trump kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.
Sebelumnya, Trump sempat menyebut keinginannya untuk bertemu Petro pada Januari. Ia mengatakan isu pemberantasan narkoba bakal menjadi fokus utama pembicaraan. Trump juga sempat memberikan pujian kepada Petro usai keduanya berbincang lewat sambungan telepon pada 7 Januari dan membuka peluang diskusi lanjutan.
Dalam beberapa waktu terakhir, Amerika Serikat memang meningkatkan tekanan kepada negara-negara Amerika Latin terkait masalah narkotika dan keamanan. Kolombia menjadi salah satu negara yang disorot, dengan Trump beberapa kali melontarkan pernyataan keras kepada Petro soal isu tersebut.
Pada 4 Januari, Trump bahkan melontarkan ancaman terhadap Kolombia dan menyebut bahwa mengambil langkah terhadap negara tersebut adalah "hal yang bagus".
Pernyataan itu langsung direspons Petro keesokan harinya lewat media sosial. Ia menegaskan bahwa di tengah apa yang ia sebut sebagai "ancaman ilegal" dari Trump, dirinya siap untuk "mengangkat kembali senjata yang tidak seorang pun mau menyentuhnya".
Petro menilai pertemuan awal Februari nanti memiliki arti penting, terutama untuk menjamin keselamatan warga Kolombia di tengah dinamika hubungan dengan Amerika Serikat.
Sumber: Xinhua