Iran Sebut Gelombang Protes Terbaru Lanjutan "Perang 12 Hari" dengan Israel

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Otoritas Iran menilai eskalasi protes yang terjadi beberapa hari terakhir sebagai kelanjutan dari Perang 12 Hari dengan Israel dan berjanji menyelidiki semua tindakan provokasi, baik dari pihak internasional maupun domestik, menurut sumber diplomatik yang dikutip RIA Novosti.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan protes yang dimulai akhir Desember 2025 awalnya berjalan damai, berfokus di pasar dan serikat pekerja, dan pemerintah sempat melakukan dialog dengan para demonstran.

Namun protes berlanjut ke "fase kedua" ketika muncul “wajah-wajah baru” yang membuat aksi damai berubah menjadi kekerasan. Dari 8 hingga 10 Januari, kelompok bersenjata muncul dengan tujuan memicu kerusuhan dan pertumpahan darah.

Sumber diplomatik menyebut selama fase ketiga, individu bersenjata menembaki polisi dan warga sipil untuk memancing intervensi dari pemerintah AS.

"Iran melihat fase ini sebagai kelanjutan dari 'Perang 12 Hari.' Kejahatan ini akan diselidiki oleh pihak internasional dan domestik,” ujar sumber tersebut.

Tahap keempat protes dimulai pada 10 Januari, namun saat ini situasinya sudah lebih terkendali karena banyak elemen bersenjata telah ditahan. Kesaksian mereka, yang akan dipublikasikan, disebut mengungkap keterlibatan mereka dalam aksi kekerasan.

Sumber itu juga menuding beberapa peserta kerusuhan mendapat imbalan 600 dolar AS atau sekitar Rp10 juta untuk menyerang kantor polisi dan 300 dolar AS atau sekitar Rp5 juta untuk membakar kendaraan pemerintah.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka