...Kami minta warga tetap siaga dan mengikuti arahan petugas di lapangan
Kabupaten Bekasi (KABARIN) - Hujan deras yang turun tanpa jeda selama sehari penuh membuat sebagian besar wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terendam banjir. Air sungai yang meluap dengan cepat masuk ke permukiman warga, membuat aktivitas harian lumpuh dan memaksa ribuan keluarga bertahan dalam kondisi darurat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat banjir melanda 16 kecamatan dan 40 desa, dengan total 4.622 kepala keluarga terdampak akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (17/1).
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, tingginya intensitas hujan yang berlangsung cukup lama menjadi pemicu utama. Kondisi ini menyebabkan sejumlah sungai besar dan anak sungai seperti Kali Gabus, Sungai Cibeet, Sungai Citarum, Kali Sadang, dan Kali Ciherang meluap secara bersamaan.
Ketinggian air pun bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 200 sentimeter di titik terparah. Hujan yang turun merata di wilayah hulu dan hilir membuat debit air meningkat drastis, diperparah oleh sistem drainase yang belum optimal.
Di Kecamatan Babelan, banjir merendam Desa Buni Bakti yang terdiri dari enam dusun. Luapan Kali Rawa Gabus dan saluran irigasi DT8 berdampak pada lebih dari 1.000 KK, dengan genangan air setinggi 30–40 sentimeter. Sejumlah warga memilih mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.
Sementara itu, Kecamatan Cabangbungin menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah. Luapan Kali Ciherang menggenangi Kampung Cabang Dua dari RT 07 hingga RT 18. Sedikitnya 1.213 KK terdampak, dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
Kondisi ekstrem juga terjadi di Desa Karang Raharja, Kecamatan Cikarang Utara, di mana air mencapai ketinggian dua meter. Situasi ini memaksa tim gabungan dari BPBD, PMI, dan Brimob mengevakuasi warga menggunakan perahu karet.
“Untuk wilayah dengan ketinggian air di atas satu meter, evakuasi menjadi prioritas utama,” ujar Dodi.
Sejumlah kawasan perumahan padat penduduk tak luput dari genangan. Di Tambun Utara dan Tambun Selatan, banjir merendam Perumahan Papan Mas, Graha Prima, Setia Mekar Jatimulya, hingga Pusaka Rakyat dengan ketinggian air mencapai 60–110 sentimeter.
Di Cikarang Barat, kawasan Telaga Asih, termasuk Komplek Depsos, Rawa Citra, Babakan, dan Kampung Bedeng, turut terendam. Air setinggi 25–50 sentimeter membuat akses jalan terputus dan aktivitas warga terhenti sementara.
BPBD juga mencatat banjir di Kelurahan Wanasari, meliputi Perum Kartika, Villa Mutiara Jaya, Regency 2, Citra Villa, hingga kawasan Tridaya dan Trias. Beberapa titik masih tergenang dan proses pendataan terus dilakukan.
Tak hanya permukiman, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. Di Kecamatan Pasir Tanjung, luapan Sungai Cibeet merendam sekitar 45 hektare lahan padi, 7,2 hektare kolam ikan, serta 1,5 hektare tanaman lainnya.
Sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat maupun lokasi pengungsian darurat. Di Jati Baru, Kecamatan Cikarang Timur, tercatat 10 KK mengungsi akibat luapan Kali Sadang yang merendam permukiman hingga 80 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, memastikan seluruh unsur terkait terus bersiaga. Pemantauan debit air, pendataan korban, hingga distribusi bantuan logistik dilakukan secara intensif.
“Kami berkoordinasi dengan kecamatan, desa, TNI-Polri, PMI, dan relawan. Fokus utama kami adalah keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” katanya.
BPBD pun mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir, agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air.
Sumber: ANTARA