Danantara Jalin Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Global di WEF

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) ikut ambil bagian dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, dengan misi besar: menjalin kemitraan strategis global sekaligus mendorong investasi berkualitas yang berdampak langsung bagi perekonomian Indonesia.

Kehadiran Danantara di forum ekonomi dunia yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 ini menjadi yang pertama sejak lembaga tersebut dibentuk. CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan, partisipasi ini bukan sekadar hadir, tetapi membawa agenda yang jelas dan terarah.

“Partisipasi ini diarahkan untuk membangun kemitraan strategis dengan pemangku kepentingan global, memobilisasi modal secara selektif, serta mendorong investasi berkualitas yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Rosan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Menurut Rosan, kehadiran perdana Danantara di WEF merupakan wujud komitmen Indonesia untuk membangun kemitraan global yang berlandaskan tata kelola kuat dan kualitas investasi yang tinggi. Ia juga menilai pendekatan Indonesia di WEF tahun ini terasa lebih terpadu.

“Melalui partisipasi ini, keberadaan Indonesia di WEF tahun ini mempunyai pendekatan yang lebih terpadu antara kebijakan, investasi strategis, dan dunia usaha,” katanya.

Rosan menjelaskan, Danantara membawa perspektif pasar berkembang yang berada di garis depan perubahan global. Indonesia, kata dia, menghadapi langsung tantangan besar seperti perubahan iklim, dinamika demografi, hingga kebutuhan akan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

“Dalam konteks inilah Danantara memposisikan diri tidak hanya sebagai investor, tetapi sebagai pemain strategis dan mitra jangka panjang dalam membangun ketahanan ekonomi dan sosial,” ujar Rosan.

Ia menegaskan bahwa setiap kolaborasi yang dibangun harus lebih dari sekadar menguntungkan secara finansial. Investasi tersebut juga harus relevan dan berkontribusi langsung pada transformasi ekonomi Indonesia.

Fokus investasi Danantara, lanjut Rosan, berangkat dari kebutuhan nyata di dalam negeri sekaligus sejalan dengan agenda global. Bidang yang menjadi perhatian antara lain penguatan mineral kritis dan keamanan rantai pasok, percepatan transisi energi, peningkatan ketahanan pangan dan kesehatan, pengembangan infrastruktur digital, serta penciptaan peluang ekonomi bagi populasi muda yang terus bertumbuh.

Selama WEF 2026, Danantara dijadwalkan melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan pimpinan negara, investor institusional, sovereign wealth fund (SWF) lain, serta berbagai lembaga keuangan dan ekonomi global. Dialog tersebut akan difokuskan pada penjajakan kolaborasi yang terukur, transparan, dan sejalan dengan prioritas pembangunan Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan global akan investasi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Partisipasi Danantara di WEF 2026 juga beriringan dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto. Momen ini menjadi istimewa karena merupakan kali pertama presiden Indonesia hadir di WEF setelah lebih dari sepuluh tahun.

“Partisipasi Danantara ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra investasi yang kredibel, berorientasi jangka panjang, dan berkontribusi aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan,” ujar Rosan.

Lewat langkah ini, Danantara ingin menegaskan bahwa Indonesia bukan sekadar tujuan investasi, tetapi mitra strategis jangka panjang di tengah perubahan ekonomi global.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka