Ilmuwan Temukan Tabung Nano Karbon Alami di Sampel Bulan Chang’e-6

waktu baca 2 menit

Beijing (KABARIN) - Para ilmuwan menemukan fakta baru dari sampel Bulan yang dibawa misi Chang’e-6. Di dalam material yang diambil dari sisi jauh Bulan tersebut, peneliti berhasil mengidentifikasi tabung nano karbon berdinding tunggal serta karbon grafit yang terbentuk secara alami.

Administrasi Luar Angkasa Nasional China menyampaikan bahwa temuan ini memberi gambaran baru soal perjalanan geologis Bulan. Penelitian dilakukan oleh tim dari Universitas Jilin dengan menganalisis sampel menggunakan berbagai metode mikroskopi dan spektroskopi.

Hasil kajian ini menjadi pencatatan pertama yang memastikan keberadaan karbon grafit di Bulan. Selain itu, penelitian ini juga membuka pemahaman baru tentang bagaimana material karbon tersebut bisa terbentuk dan berkembang di lingkungan ekstrem luar angkasa.

Peneliti menegaskan bahwa temuan ini sekaligus menjadi bukti internasional pertama bahwa tabung nano karbon berdinding tunggal dapat terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa proses fisika dan kimia berenergi tinggi di permukaan Bulan jauh lebih kompleks dari yang sebelumnya diperkirakan.

Menurut tim peneliti, pembentukan tabung nano karbon kemungkinan besar dipengaruhi reaksi yang melibatkan unsur besi. Proses ini didorong oleh berbagai faktor seperti tumbukan mikrometeorit, aktivitas vulkanik di masa lalu, serta paparan angin surya selama jutaan tahun.

Studi perbandingan juga dilakukan dengan melihat sampel dari misi Chang’e-5 yang berasal dari sisi dekat Bulan. Dari perbandingan tersebut, struktur karbon di sisi jauh Bulan menunjukkan tingkat cacat yang lebih menonjol.

Perbedaan karakter ini diduga berkaitan dengan frekuensi hantaman mikrometeorit yang lebih tinggi di sisi jauh Bulan. Temuan tersebut menguatkan dugaan adanya perbedaan signifikan dalam komposisi dan proses evolusi antara sisi dekat dan sisi jauh Bulan.

Seluruh hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nano Letters dan menjadi referensi penting bagi riset lanjutan tentang material alami di luar Bumi.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka