Pembahasan Kelanjutan Rencana Perdamaian Gaza Tertunda di Tengah Eskalasi Konflik

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Upaya melanjutkan pembahasan rencana perdamaian Gaza yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mengalami penundaan. Informasi ini muncul setelah meningkatnya ketegangan akibat serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Laporan yang dikutip dari Reuters menyebutkan pembicaraan mengenai rencana tersebut sempat dihentikan pada 28 Februari. Keputusan itu diambil tidak lama setelah konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran mulai memanas.

Meski begitu, penundaan tersebut disebut hanya bersifat sementara. Salah satu sumber yang mengetahui proses perundingan menyebut gangguan perjalanan udara menjadi salah satu penyebab sejumlah perunding tidak bisa hadir dalam pertemuan yang sudah dijadwalkan.

Sebelumnya, pembicaraan dijadwalkan melibatkan perwakilan dari Hamas bersama para diplomat dari Mesir, Qatar, dan Turki. Pertemuan itu seharusnya berlangsung pada hari yang sama ketika konflik di kawasan tersebut mulai meningkat.

Namun agenda tersebut akhirnya dibatalkan dan hingga kini belum ada jadwal baru yang ditetapkan. Seorang pejabat Palestina yang dikutip dalam laporan tersebut mengatakan belum ada kepastian kapan pertemuan lanjutan akan digelar. Hingga saat ini pemerintah Amerika Serikat maupun pihak Israel juga belum memberikan tanggapan resmi.

Sebelumnya pada November tahun lalu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetujui Resolusi 2803 yang menjadi dasar pelaksanaan rencana perdamaian Gaza. Kesepakatan tersebut tercapai setelah Israel dan Hamas menyetujui kerangka rencana damai pada Oktober 2025.

Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, kemudian mengumumkan tahap kedua dari rencana tersebut pada pertengahan Januari. Fase lanjutan itu mencakup penarikan sebagian pasukan Israel dari wilayah Gaza, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, serta pembentukan struktur pemerintahan baru yang melibatkan Board of Peace yang dipimpin Amerika Serikat.

Pada akhir Februari lalu, organisasi tersebut juga menggelar pertemuan pertamanya di Washington. Pertemuan itu dihadiri perwakilan dari lebih dari 20 negara dengan berbagai tingkat delegasi.

Board of Peace sendiri dibentuk pada Januari atas inisiatif Trump yang mengundang sekitar 50 negara untuk ikut bergabung dalam upaya mendukung proses perdamaian.

Meski rencana memasuki tahap kedua sudah diumumkan, situasi di Jalur Gaza dilaporkan masih memanas. Bentrokan antara kelompok Palestina dan pasukan Israel disebut masih terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Sumber: Sputnik_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka