Banjir Karawang Meluas ke 20 Kecamatan, Ribuan Warga Mengungsi

waktu baca 2 menit

Pada Sabtu pukul 01:20 WIB status Sungai Citarum dan Cibeet berstatus Awas. Jadi semua warga yang tinggal dekat aliran sungai itu harus segera mengungsi

Karawang (KABARIN) - Banjir besar kembali melanda Kabupaten Karawang, Jawa Barat, setelah Sungai Citarum dan Sungai Cibeet meluap akibat tingginya debit air. Dampaknya tak main-main, banjir kini telah merendam 20 dari 30 kecamatan yang ada di Karawang, membuat ribuan warga harus meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyatakan bahwa sejak Sabtu dini hari pukul 01.20 WIB, status Sungai Citarum dan Cibeet sudah berada di level Awas. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah mengambil langkah cepat dengan meminta seluruh warga yang tinggal di bantaran sungai untuk segera mengungsi.

“Status Sungai Citarum dan Cibeet sudah Awas. Semua warga yang tinggal dekat aliran sungai harus segera mengungsi,” ujar Aep di Karawang, Sabtu.

Pemkab Karawang bersama Forkopimda memastikan proses evakuasi berjalan menyeluruh. Warga yang tinggal di wilayah rawan banjir dipindahkan ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko yang lebih besar.

Hingga Sabtu pagi, situasi banjir justru semakin meluas. Jika sebelumnya hanya melanda 13 kecamatan, kini jumlahnya bertambah menjadi 20 kecamatan, berdasarkan data BPBD Karawang per Jumat malam (23/1) pukul 21.00 WIB.

Banjir tercatat telah merendam 9.650 rumah yang tersebar di 58 desa dan kelurahan. Jumlah warga terdampak mencapai 10.927 kepala keluarga, atau sekitar 31.601 jiwa dewasa, ditambah 969 balita, 111 bayi, dan 599 lansia. Dari jumlah tersebut, 1.198 warga saat ini mengungsi di sejumlah titik pengungsian yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Wilayah yang mengalami dampak terparah berada di Desa Karangligar, di mana ketinggian air dilaporkan hampir mencapai dua meter, memaksa warga menyelamatkan diri dengan perahu dan bantuan petugas.

Puluhan desa di berbagai kecamatan seperti Karawang Barat, Karawang Timur, Rengasdengklok, Telukjambe, Cilamaya, Rawamerta, hingga Tempuran kini masih tergenang, dengan aktivitas warga lumpuh total.

Di tengah kondisi darurat ini, Bupati Aep kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi arahan tim evakuasi yang bertugas di lapangan demi keselamatan bersama.

“Kami mohon masyarakat patuh terhadap arahan petugas demi kesehatan dan keselamatan kita bersama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan banjir, mulai dari BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, hingga para relawan kemanusiaan yang bekerja tanpa lelah membantu warga terdampak.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka