Saya titip wakil gubernur dan bupati terkait alih fungsi lahan mohon segera ditindak
Bandung Barat (KABARIN) - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta pemerintah daerah serius menelusuri dugaan alih fungsi lahan yang disebut menjadi salah satu penyebab longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Permintaan itu disampaikan Gibran saat turun langsung meninjau lokasi bencana pada Minggu. Ia secara khusus menitipkan pesan kepada jajaran pemerintah daerah agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti.
“Saya titip wakil gubernur dan bupati terkait alih fungsi lahan mohon segera ditindak,” ujar Gibran.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran juga memberi arahan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah bersama unsur terkait agar aktif berada di lapangan dan melakukan pendampingan intensif bagi warga yang terdampak bencana.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekaligus memastikan tim sudah bekerja di lokasi sejak awal kejadian.
“Saya mohon maaf, tim sudah terjun ke lapangan. Kita doakan tim yang di lapangan dapat bekerja dengan baik,” katanya kepada warga.
Gibran menekankan bahwa kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas utama. Mulai dari ketersediaan makanan, akses air bersih, hingga layanan kesehatan perlu dipastikan berjalan optimal, dibarengi dengan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Soal rencana relokasi, Wapres mengingatkan agar pemerintah melakukan sosialisasi dengan baik kepada warga. Ia juga meminta lokasi hunian sementara tidak terlalu jauh dari tempat tinggal semula maupun sumber penghidupan masyarakat.
“Untuk lansia dan ibu menyusui agar diberikan atensi khusus, yang sakit juga harus diperhatikan, dan bantuan dipastikan tepat sasaran,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut alih fungsi lahan sebagai salah satu faktor yang memicu longsor di kawasan tersebut. Ia menilai kondisi lingkungan sekitar sudah menunjukkan tanda tanda kerawanan.
“Sudah bisa dilihat sekeliling ini kebun. Kebunnya pakai plastik, tanamnya pakai plastik, dan di atasnya kebunnya sudah naik ke puncak. Kita sudah bisa melihat faktornya apa,” kata Dedi.
Dedi menambahkan, pemerintah provinsi berencana merelokasi seluruh warga yang tinggal di area terdampak. Kawasan tersebut nantinya akan dikembalikan ke fungsi awal sebagai kawasan hutan demi menekan risiko bencana di masa mendatang.
“Warga di sekitar ini segera direlokasi dan ini dihutankan karena potensi terjadi lagi sangat tinggi dan di sekitar sini sudah mencemaskan kalau menurut saya,” katanya.
Sumber: ANTARA