Bandung Barat (KABARIN) - Proses pencarian korban longsor di Cisarua Kabupaten Bandung Barat sementara harus dihentikan. Tim SAR gabungan memutuskan jeda operasi karena kondisi cuaca yang makin buruk dan dinilai berisiko bagi keselamatan petugas.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian menjelaskan hujan deras yang disertai angin kencang membuat struktur tanah di lokasi kejadian semakin tidak stabil. Situasi ini meningkatkan potensi terjadinya longsor susulan.
“Keselamatan personel menjadi prioritas. Dengan kondisi tanah yang labil dan cuaca yang terus memburuk, pencarian tidak memungkinkan untuk dilanjutkan,” kata Ade.
Selain faktor cuaca, tebalnya material lumpur juga jadi tantangan besar dalam upaya evakuasi. Kondisi tersebut menyulitkan tim untuk menjangkau area yang diduga masih terdapat korban tertimbun.
Sebelum pencarian dihentikan sementara, tim SAR gabungan sempat menemukan satu jenazah. Korban kemudian dibawa ke fasilitas terkait untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Ade memastikan pencarian akan kembali dilanjutkan begitu cuaca membaik dan lokasi dinyatakan aman untuk seluruh personel yang bertugas.
Di sisi lain, tim SAR juga mendapat dukungan kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat berupa vaksinasi serta vitamin guna menjaga kondisi fisik petugas.
“Kami mendapat bantuan vaksin dan vitamin untuk menjaga kondisi tim pencari. Ini sangat berarti mengingat risiko di lapangan,” ujarnya.
Tenaga medis juga disiagakan di setiap sektor pencarian untuk mengantisipasi keadaan darurat yang bisa dialami personel selama operasi berlangsung.
“Di setiap lokasi ada tim dokter, sehingga bila terjadi sesuatu bisa langsung ditangani,” katanya.
Untuk durasi pencarian, Ade menyebut pemerintah daerah mengusulkan operasi dilakukan selama 14 hari dengan evaluasi pada hari ketujuh.
“Kami mengikuti ketentuan tersebut. Nanti dievaluasi apakah perlu perpanjangan atau tidak, tergantung hasil pencarian,” ujarnya.
Sumber: ANTARA