Gasperini Menilai AS Roma Bukan Lagi Unggulan di Liga Europa

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Pelatih AS Roma Gian Piero Gasperini menegaskan timnya tak ingin diberi label unggulan di Liga Europa UEFA 2025/2026. Meski sudah memastikan tiket langsung ke babak 16 besar, Gasperini memilih tetap membumi dan fokus membangun tim dari satu laga ke laga berikutnya.

Roma mengunci kelolosan ke fase gugur usai bermain imbang 1-1 melawan Panathinaikos di Stadion Olimpiade Athena, Marousi, Jumat dini hari WIB. Namun bagi Gasperini, status unggulan bukan hal yang perlu dibesar-besarkan.

“Kami unggulan atau tidak, saya tidak mengetahui hal-hal seperti itu. Karena, bahkan, saya tidak akan terlalu kecewa jika kami harus melalui babak playoff,” ujar Gasperini dikutip dari laman resmi AS Roma.

Daripada sibuk memikirkan label, pelatih asal Italia itu lebih memilih memaksimalkan perkembangan timnya. Ia ingin AS Roma terus tumbuh dan tampil lebih solid di setiap pertandingan yang dijalani.

Salah satu fokus utama Gasperini adalah memadukan pemain muda dengan para senior di skuad. Ia berharap talenta muda seperti Niccolo Pisilli (21 tahun), Jan Ziolkowski (20 tahun), dan Matias Soule (22 tahun) bisa banyak belajar dari pemain berpengalaman seperti Paulo Dybala, Lorenzo Pellegrini, dan Kostas Tsimikas.

“Saya selalu beruntung bisa bekerja sama dengan para pemain sirkel inti (berpengalaman-red) di sini, termasuk juga saat masih di Bergamo (Atalanta). Mereka selalu menyuntikkan DNA klub kepada pemain muda dan menjadi panutan pemain muda. Mereka adalah sumber kepercaayaan diri dan profesionalisme,” tutur dia.

Meski puas dengan progres tim, Gasperini tak menutup mata soal masalah yang dihadapi Roma saat ini, terutama soal badai cedera. Menurutnya, padatnya jadwal pertandingan menjadi penyebab utama banyak pemain tumbang.

Beberapa nama yang masih menjalani perawatan antara lain Artem Dovbyk, Evan Ferguson, Manu Kone, Mario Hermoso, dan Stephan El Shaarawy.

“Saya jadi sangat baik akhir-akhir ini. Saya jarang memberikan pemain menu latihan. Ketika kami bermain setiap tiga hari, latihan apa yang harus saya berikan? Faktanya, pertandingan itulah yang menjadi sesi latihan kami,” kata Gasperini.

Dalam laga kontra Panathinaikos, Roma sempat berada dalam situasi sulit setelah harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-15. Gianluca Mancini diganjar kartu merah langsung, membuat Roma tertekan sepanjang laga.

Tuan rumah unggul lebih dulu lewat gol Vicente Taborda pada menit ke-58. Namun Roma menunjukkan mental kuat dan berhasil menyamakan skor melalui Jan Ziolkowski pada menit ke-80.

Hasil imbang tersebut sudah cukup mengantar Paulo Dybala dan kawan-kawan finis di posisi kedelapan klasemen fase liga Liga Europa 2025/2026. Roma mengoleksi 16 poin dari delapan pertandingan dan berhak lolos langsung ke babak 16 besar.

Sementara itu, Panathinaikos harus melanjutkan perjuangan lewat babak playoff. Klub asal Yunani tersebut finis di peringkat ke-20 klasemen dengan 12 poin dari delapan laga dan masih harus bersaing memperebutkan satu dari delapan tiket tersisa ke 16 besar.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka