Restoran Bertema Italia Masih Dominan di Industri Kuliner Awal 2026

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Jakarta (ANTARA) — Industri kuliner di Indonesia mencatat pertumbuhan yang tetap resilien pada awal 2026. Di tengah maraknya konsep kuliner kontemporer, model bisnis restoran tematik, khususnya yang mengusung konsep Italia, masih menjadi salah satu segmen yang mendominasi pasar.

Pengamat industri menilai, keberlanjutan bisnis restoran tematik Italia tidak semata didorong oleh popularitas menu, melainkan oleh kemampuan pelaku usaha dalam menyesuaikan diri dengan perubahan gaya hidup konsumen pascapandemi. Konsumen kini dinilai lebih memperhatikan kualitas bahan, proses pengolahan, serta nilai edukasi dalam pengalaman bersantap.

Tren restoran pada 2026 menunjukkan pergeseran paradigma dari sekadar konsumsi makanan menuju pengalaman yang lebih menyeluruh. Restoran tematik dinilai mampu menjawab tren tersebut dengan menghadirkan suasana autentik yang didukung oleh sistem pelayanan yang efisien dan pemanfaatan teknologi digital.

Pengamat bisnis kuliner menyebutkan bahwa konsumen, terutama dari kalangan milenial dan generasi Z, cenderung membelanjakan dana mereka pada pengalaman yang memberikan nilai tambah. Konsumen tidak hanya tertarik pada cita rasa, tetapi juga pada informasi terkait asal bahan baku dan proses pembuatan hidangan.

Salah satu faktor yang menjaga daya tarik restoran Italia adalah penerapan prinsip slow food, yakni pengolahan makanan secara tradisional dengan menekankan kualitas dan kesegaran bahan. Di tengah kejenuhan terhadap makanan cepat saji, konsep ini dinilai sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keberlanjutan dan pola makan sehat.

Sejumlah pelaku usaha juga mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal, seperti tomat organik dan berbagai jenis herbal, yang dipadukan dengan teknik memasak khas Mediterania. Selain itu, penerapan konsep dapur terbuka atau open kitchen semakin banyak digunakan untuk memberikan transparansi proses pengolahan kepada konsumen.

Digitalisasi layanan turut menjadi bagian dari strategi penguatan bisnis, antara lain melalui sistem reservasi daring dan pengelolaan hubungan pelanggan. Kehadiran platform informasi seperti thymeristorante.com mencerminkan upaya pelaku industri dalam mengintegrasikan kemudahan akses digital dengan pengalaman bersantap di tempat yang tetap menonjolkan nilai tradisional dan edukatif.

Peluang pengembangan usaha restoran tematik, khususnya bagi pelaku UMKM, dinilai masih terbuka luas, terutama di kota-kota satelit. Penguatan identitas konsep dan konsistensi pada segmen menu tertentu menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing di tengah ketatnya persaingan industri.

Ke depan, integrasi antara kuliner tematik dan pariwisata lokal diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri kuliner hingga akhir 2026. Pemerintah melalui instansi terkait juga terus mendorong pelaku usaha kuliner untuk meningkatkan standar kualitas melalui berbagai program sertifikasi guna memperluas akses pasar.

Bagikan

Mungkin Kamu Suka