Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, aktivitas jual emas perhiasan di Jakarta mengalami peningkatan yang cukup terasa. Banyak warga memanfaatkan emas sebagai aset yang bisa dicairkan untuk memenuhi kebutuhan selama momen Lebaran.
Salah satu pedagang di Cikini Gold Center Juwita mengatakan lonjakan pembeli yang ingin menjual emas mulai terlihat sejak sekitar dua minggu sebelum Lebaran. Jumlah pengunjung yang datang pun terus bertambah dari hari ke hari.
"Lumayan banyak yang datang jual emas perhiasan. Kayaknya dua minggu sebelum Lebaran sih udah mulai rame," kata Juwita ditemui di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan kondisi tersebut jauh lebih ramai dibandingkan hari biasa karena banyak masyarakat memilih mencairkan emas untuk kebutuhan mendesak menjelang hari raya. Menurutnya, emas kerap dijadikan pilihan karena mudah dijual kembali saat dibutuhkan.
Selain untuk kebutuhan belanja Lebaran, sebagian warga juga memanfaatkan momentum ini untuk persiapan setelah hari raya seperti biaya acara keluarga atau rencana lain yang membutuhkan dana tambahan.
"Ini kan ada momen-momen Lebaran jadi kan orang pasti mau kayak buat belanja gitu-gitu sih. Kemudian biasanya kalau momen-momen setelah Lebaran tuh katanya orang bagus untuk nikah atau apa, jadi ya lumayan rame orang menjual emas," tuturnya.
Jenis emas yang dijual pun beragam mulai dari cincin gelang kalung hingga emas batangan yang juga ikut dilepas oleh sebagian masyarakat.
Dalam sehari, Juwita memperkirakan ada sekitar empat hingga lima orang yang datang untuk menjual emas dan jumlah tersebut cenderung meningkat seiring mendekati Lebaran.
Ia menyebut fenomena ini sebagai hal yang rutin terjadi setiap tahun karena emas dianggap sebagai simpanan yang mudah diuangkan saat kebutuhan meningkat.
Senada dengan itu Rangga salah satu karyawan di lokasi yang sama juga melihat adanya peningkatan jumlah warga yang menjual emas dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut aktivitas tersebut lebih ramai dibandingkan periode di luar menjelang hari raya.
Dalam satu hari, jumlah orang yang datang untuk menjual emas bisa mencapai sekitar sepuluh orang. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan hari biasa.
Ia juga mencatat adanya perbedaan tren dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama tahun lalu lebih banyak masyarakat yang membeli emas, sementara tahun ini justru didominasi oleh penjual.
"Trennya lagi itu, lagi banyak warga yang jual emas. Bisa sampai 10 orang. Kalau tahun kemarin banyak beli," kata Rangga kepada ANTARA.
Rangga menambahkan jenis emas yang dijual umumnya campuran antara perhiasan dan emas batangan. Peningkatan ini mulai terlihat sekitar sepuluh hari sebelum Lebaran dan menjadi pola yang cukup konsisten dari tahun ke tahun.
Sumber: ANTARA