Apple Boyong Startup AI Israel, Langkah Baru Perkuat Teknologi Pintar

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Apple dikabarkan resmi mengambil alih Q.ai, sebuah startup kecerdasan buatan yang bermarkas di Israel. Langkah ini disebut menjadi bagian dari strategi Apple untuk memperkuat pengembangan teknologi berbasis AI.

Mengutip laporan Engadget pada Senin, Apple tidak mengumumkan secara terbuka nilai akuisisi tersebut. Namun sumber Financial Times menyebutkan nilai kesepakatan diperkirakan mendekati 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp33 triliun.

Wakil Presiden Senior Apple bidang teknologi perangkat keras Johny Srouji menyampaikan bahwa Q.ai memiliki pendekatan yang dinilai segar dan inovatif dalam pemanfaatan machine learning.

“Q.ai adalah perusahaan luar biasa yang memelopori cara-cara baru dan kreatif dalam memanfaatkan pencitraan dan pembelajaran mesin,” kata Johny Srouji.

Meski belum dijelaskan secara detail rencana Apple ke depan, rekam jejak teknologi Q.ai memunculkan spekulasi bahwa Apple akan makin serius menggarap perangkat wearable berbasis AI. Hal ini terlihat dari paten yang sebelumnya diajukan Q.ai.

“Paten yang diajukan Q.ai menunjukkan teknologinya digunakan pada headphone atau kacamata, dengan memanfaatkan ‘gerakan mikro kulit wajah’ untuk berkomunikasi tanpa berbicara,” tulis Financial Times.

Sebagai bagian dari kesepakatan, tim pendiri Q.ai termasuk CEO Aviad Maizels akan bergabung dengan Apple. Ini bukan kali pertama Maizels melepas perusahaannya ke Apple. Pada 2013, Apple juga mengakuisisi PrimeSense, perusahaan teknologi audio tiga dimensi yang ia dirikan.

Dalam beberapa waktu terakhir, Apple memang ramai disebut tertinggal dalam persaingan pengembangan AI dibanding kompetitornya. Akuisisi dinilai menjadi salah satu cara tercepat untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

CEO Apple Tim Cook sebelumnya juga sempat membuka peluang langkah serupa. Dalam forum laporan keuangan kuartal ketiga pada Juli 2025, ia menyatakan bahwa “Kami terbuka terhadap M&A yang dapat mempercepat peta jalan kami”.

Menurut laporan TechCrunch, Q.ai berdiri pada 2022 dan mendapat sokongan dana dari sejumlah investor besar seperti Kleiner Perkins dan Gradient Ventures.

Kabar akuisisi ini muncul hanya beberapa jam sebelum Apple merilis laporan keuangan kuartalan terbarunya. Para analis memproyeksikan pendapatan Apple mencapai sekitar 138 miliar dolar AS, dengan penjualan iPhone diperkirakan mencatat pertumbuhan terkuat dalam empat tahun terakhir.

Sumber: Engadget

Bagikan

Mungkin Kamu Suka