Jakarta (KABARIN) - Inter Milan pulang membawa hasil maksimal usai menaklukkan Cremonese dengan skor 2-0 pada laga pekan ke-23 Liga Italia musim 2025/2026. Duel yang berlangsung di Stadion Zini, Cremona, Senin, membuat Nerazzurri makin nyaman di puncak klasemen.
Dua gol kemenangan Inter dicetak oleh Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski. Tambahan tiga poin ini membuat Inter kini mengoleksi 55 poin dan masih memimpin persaingan papan atas.
Pelatih Inter Cristian Chivu menilai kemenangan tersebut menunjukkan kematangan timnya, terutama di tengah jadwal pertandingan yang padat. Ia menyebut anak asuhnya mampu mengatur ritme permainan dengan baik.
“Ini soal kedewasaan, tentang menemukan cara untuk memenangkan pertandingan, terutama ketika energi menurun karena kami bermain sangat sering,” kata Chivu dikutip dari laman resmi Inter.
Menurut Chivu, Inter tampil menekan sejak awal laga dan berhasil mengamankan keunggulan dua gol pada babak pertama. Namun, kondisi fisik membuat tempo permainan menurun setelah jeda.
“Kami tidak menciptakan banyak peluang di babak kedua, tetapi kami bisa mengelola permainan. Meski begitu, kadang kami harus memaksakan diri lebih keras,” ujarnya.
Pelatih asal Rumania itu menegaskan fokus utama Inter saat ini adalah menjaga performa tetap konsisten hingga akhir musim, mengingat persaingan gelar masih panjang.
“Masih ada banyak pertandingan tersisa. Kami berada di posisi yang baik berkat kerja keras tim, tetapi sekarang kami harus terus membangun konsistensi,” katanya.
Chivu juga menanggapi insiden suar yang mengarah ke kiper Cremonese Emil Audero. Ia menegaskan Inter mendukung penuh sikap presiden klub yang mengecam kejadian tersebut.
“Kami selalu berada di bawah sorotan karena ini adalah (tim) Inter. Ekspektasi sangat tinggi dan itu membawa tanggung jawab,” ujar Chivu.
Di sisi lain, Lautaro Martinez kembali mencuri perhatian. Gol pembukanya menjadi gol ke-13 musim ini dan membuatnya sejajar dengan Alessandro “Spillo” Altobelli sebagai pencetak gol keempat terbanyak Inter di Liga Italia dengan total 128 gol.
Secara keseluruhan, penyerang asal Argentina itu telah mengoleksi 170 gol bersama Inter dan kini hanya terpaut satu gol dari Roberto Boninsegna di posisi ketiga daftar top skor sepanjang masa klub.
Martinez mengaku gol tersebut ia persembahkan untuk putrinya dan para penggemar Inter.
“Dia telah mengubah hidup saya, jadi penghargaan ini untuknya. Tapi juga untuk para penggemar,” kata Martinez.
Ia juga menilai situasi bola mati menjadi faktor penting dalam laga ketat, serta mengakui Inter sempat berada di bawah tekanan pada babak kedua.
“Kami harus terus bekerja keras dan memperbaiki kelemahan hari ini. Setiap pertandingan sangat penting karena liga ini sangat kompetitif,” ujarnya.
Terkait insiden suar, Martinez turut menyampaikan permohonan maaf kepada Emil Audero dan pendukung Cremonese.
“Mengenai suar yang menyala, hal seperti itu tidak boleh terjadi karena membahayakan orang. Kami pesepak bola, tapi juga manusia, dan kami tampil untuk dunia,” ujar Martinez.
“Kami meminta maaf kepada Audero, mantan rekan setim dan seorang juara, serta kepada para pendukung Cremonese. Insiden seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi,” pungkasnya.
Sumber: ANTARA