Trump Mau Ganti Perjanjian Nuklir AS–Rusia, New START Resmi Berakhir

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan agar perjanjian nuklir antara AS dan Rusia diganti dengan kesepakatan baru yang dinilai lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Melalui platform Truth Social, Trump mendorong agar AS menyusun ulang perjanjian tersebut dengan format yang lebih modern dan berlaku untuk jangka panjang.

"Kita seharusnya menugaskan para Pakar Nuklir kita untuk merancang sebuah Perjanjian baru yang lebih baik dan dimodernisasi, yang dapat berlaku jangka panjang di masa mendatang," ujar Trump.

Trump secara tegas menolak memperpanjang perjanjian New START yang masa berlakunya berakhir pada Kamis. Ia menilai kesepakatan tersebut sebagai "kesepakatan yang dinegosiasikan secara buruk oleh AS" dan "telah dilanggar secara terang-terangan."

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memberi peringatan keras soal dampak berakhirnya perjanjian ini. Menurutnya, habisnya masa berlaku New START menjadi "momen yang berbahaya" bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Sebagai catatan, New START adalah perjanjian pengendalian senjata nuklir yang ditandatangani Rusia dan AS pada 2010. Perjanjian ini membatasi jumlah hulu ledak nuklir dan sistem peluncurnya. New START mulai berlaku pada 5 Februari 2011, dengan masa berlaku awal 10 tahun dan kemudian diperpanjang hingga 4 Februari 2026.

Sebelumnya, pada September 2025, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia tetap akan mematuhi batas-batas utama dalam New START selama setahun setelah perjanjian itu berakhir. Namun, komitmen tersebut berlaku dengan catatan AS tidak melakukan langkah-langkah yang bisa merusak keseimbangan strategis yang sudah ada.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka