Korban Tewas di Gaza Tembus 72 Ribu, Sistem Kesehatan Kian Lumpuh

waktu baca 2 menit

Gaza (KABARIN) - Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza terus meninggalkan luka mendalam. Otoritas kesehatan setempat mencatat, jumlah warga Palestina yang meninggal dunia sejak 7 Oktober 2023 kini telah mencapai 72.027 orang, sementara 171.651 lainnya mengalami luka-luka.

Dalam keterangan resmi yang dirilis Sabtu (7/2), otoritas kesehatan Gaza menyebutkan bahwa 174 kematian yang terjadi dalam rentang 30 Januari hingga 6 Februari baru dimasukkan ke dalam data resmi setelah melalui proses verifikasi dan persetujuan komite pemerintah terkait.

Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, korban jiwa tetap berjatuhan. Sejak kesepakatan tersebut berjalan, tercatat 576 warga Palestina tewas dan 1.543 orang lainnya terluka, menandakan situasi keamanan dan kemanusiaan masih jauh dari stabil.

Di tengah angka korban yang terus bertambah, sistem kesehatan Gaza berada di ambang kolaps. Rumah sakit yang masih bertahan beroperasi kini tak lebih dari ruang tunggu darurat bagi ribuan pasien, dengan tenaga medis yang bekerja di bawah tekanan ekstrem dan keterbatasan fasilitas.

Otoritas kesehatan menggambarkan kondisi korban luka sebagai “menghadapi nasib yang tidak menentu”. Perang telah mengubah pelayanan kesehatan menjadi perjuangan harian—bukan hanya untuk menyelamatkan nyawa, tetapi sekadar menjaga layanan dasar agar tetap berjalan.

Krisis pasokan juga semakin parah. Obat penghilang rasa sakit kini menjadi barang langka, bahkan untuk kebutuhan paling mendasar. Data terbaru menunjukkan 46 persen obat-obatan esensial, 66 persen perlengkapan medis, serta 84 persen bahan laboratorium dan bank darah telah habis sepenuhnya.

Layanan vital seperti pengobatan kanker, hematologi, bedah, perawatan intensif, hingga layanan kesehatan primer menjadi sektor yang paling terdampak. Persediaan yang tersisa dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan ribuan pasien yang bergantung pada layanan tersebut.

Di tengah keterbatasan dan kehancuran, perjuangan tenaga medis dan warga Gaza untuk bertahan hidup terus berlangsung—menjadi potret nyata dari krisis kemanusiaan yang belum menunjukkan tanda akan berakhir.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka