4 Penyakit Infeksi Paru-paru yang Harus Kamu Waspadai

waktu baca 3 menit
Jakarta (KABARIN) -

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap empat penyakit infeksi paru-paru berat yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.

Mengacu pada laporan Disease Outbreak News dari World Health Organization (WHO) pada Desember 2025 serta Januari dan Februari 2026, Prof. Tjandra menyebut empat penyakit yang perlu diwaspadai, yakni Avian Influenza atau flu burung, Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS CoV), Super Flu, serta penyakit akibat infeksi virus Nipah.

Dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi pada Senin, Prof. Tjandra menjelaskan bahwa sepanjang 2023 hingga 2025, angka kematian akibat flu burung di enam negara di bawah WHO Western Pacific Office (WPRO) mencapai 66,3 persen. Indonesia termasuk dalam kelompok negara tersebut dengan angka kematian yang tergolong tinggi, yakni 84 persen.

Virus influenza penyebab flu burung yang beredar di wilayah kerja WHO WPRO meliputi H3N8, H7N4, H7N9, H9N2, H10N3, dan H10N5. Berdasarkan data WHO WPRO per Januari 2026, kasus flu burung terakhir dilaporkan muncul di Kamboja pada 2025.

Penyakit infeksi paru-paru berat kedua yang juga perlu diwaspadai adalah MERS CoV. Berdasarkan laporan WHO pada Desember 2025, tercatat ada 17 kasus MERS CoV di Arab Saudi sepanjang 2025.

"Tentu ini perlu jadi perhatian kita juga, mengingat banyaknya jamaah umrah Indonesia dan juga kesiapan menghadapi musim haji tahun ini," kata Prof. Tjandra.

Ancaman berikutnya datang dari Super Flu, yang disebabkan oleh infeksi virus influenza A H3N2 subclade K. Pemerintah Kota Tokyo, Jepang, bahkan kembali mengeluarkan peringatan influenza untuk pertama kalinya dalam 17 tahun karena lonjakan penularan virus influenza. Selain itu, peningkatan kasus Influenza B juga dilaporkan terjadi di Korea dan Jepang pada awal Februari 2026. Amerika Serikat turut melaporkan tren kenaikan kasus influenza.

"Pada kenyataannya ada juga kasus di negara kita karena Influenza B ini," kata Prof. Tjandra.

Penyakit keempat yang patut diwaspadai adalah infeksi virus Nipah. Virus ini bisa menular ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi. Menurut Prof. Tjandra, infeksi virus Nipah dapat menyebabkan pneumonia atipikal yang berisiko berkembang menjadi penyakit paru berat hingga acute respiratory distress.

"Untuk kita di Indonesia maka perlu terus ditingkatkan kegiatan surveilans virus infeksi paru dan saluran napas, sehingga situasi dapat dikenali dan ditangani dengan baik," katanya.

Dengan meningkatnya pergerakan manusia dan dinamika penyebaran penyakit global, kewaspadaan jadi kunci. Deteksi dini, surveilans yang kuat, dan kesadaran masyarakat soal gejala penyakit paru bisa membantu menekan risiko dampak yang lebih luas.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka