BGN Tegaskan Mitra SPPG Wajib Bertanggung Jawab atas Operasional Dapur MBG

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Badan Gizi Nasional mengingatkan para mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi supaya tidak lepas tangan dari pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis. Para mitra diminta benar-benar terlibat, bukan cuma terima hasil tanpa ikut mengawasi proses di lapangan.

Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menilai sikap mitra yang hanya menyuruh orang lain mengurus dapur tapi tetap menerima insentif harian sebagai hal yang tidak pantas.

"Anda (mitra SPPG) di rumah, hanya menyuruh pembantu atau siapa untuk melihat dapur, terus Anda kongko-kongko (nongkrong) dapat Rp6 juta sehari, itu keterlaluan," ujar Nanik.

Ia menegaskan, mitra seharusnya aktif memantau jalannya dapur MBG, termasuk memastikan sistem kerja berjalan sesuai standar. Bahkan, mitra diminta menyiapkan kepala koki cadangan sebagai pengawas alur memasak agar kualitas tetap terjaga.

Menurut Nanik, insentif Rp6 juta per hari yang diterima mitra sudah mencakup sewa peralatan dapur, sehingga seluruh fasilitas yang digunakan harus dalam kondisi layak dan berkualitas. Peralatan dapur juga wajib baru dan sesuai standar.

Tak hanya soal alat, pembangunan dapur juga harus mengikuti aturan teknis dari BGN. Penilaian kelayakan higienitas dari dinas kesehatan pun mengacu pada standar tersebut. Selain itu, relawan dan pekerja dapur wajib melalui tes kesehatan, lalu diperiksa ulang secara berkala setiap empat bulan, serta didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

Meski begitu, Nanik menegaskan mitra tidak boleh ikut campur dalam penentuan menu atau mengatur kerja ahli gizi.

"Masa' makanan sudah disusun ahli gizi terus (mitra) mengambil alih. Ini yang terjadi viral, yang sekarang lagi ramai, ini intervensi. Lha sampean itu, yang pintar itu ahli gizi, opo sampean? (Yang pintar itu ahli gizi atau Anda?), lho kok malah mengatur ahli gizi karena belanjanya bisa murah, sehingga bisa untung banyak," tuturnya.

BGN juga mengingatkan bahwa dapur MBG bisa ditutup sementara bukan hanya karena masalah keamanan pangan, tapi juga jika ditemukan penyalahgunaan anggaran.

"Yang kita suspend juga adalah kalau bapak/ibu mitra tidak benar dalam menggunakan anggaran Rp 10 ribu, akan kita audit. Nah, kalau enggak benar kita suspend," ucap Nanik.

Dari hasil investigasi internal, BGN menemukan adanya praktik permainan anggaran belanja bahan makanan oleh sebagian mitra, bahkan kerja sama dengan oknum tertentu. Kondisi ini dinilai berbahaya karena bisa menurunkan kualitas makanan dan nilai gizi yang seharusnya diterima masyarakat.

Meski mitra memang berhak melakukan pembelian bahan pangan, semua transaksi harus diketahui kepala SPPG. Sebaliknya, kepala SPPG juga harus paham harga pasar agar tidak mudah dimanipulasi.

Nanik menegaskan dapur MBG yang terbukti bermain harga, mengatur menu, atau menurunkan kualitas bahan baku akan langsung disanksi.

"Begitu saya tahu dan menemukan mitra intervensi dalam penentuan menu dan belanja bahan baku kualitas nomor dua, saya akan langsung suspend satu minggu," ucap Nanik.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka