Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Filipina menyampaikan rasa kehilangan yang besar atas meninggalnya Duta Besar RI untuk Filipina, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. Ucapan duka itu disampaikan langsung oleh Duta Besar Filipina untuk Indonesia, Christopher B. Montero, dalam upacara penghormatan terakhir di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta.
“Kami menyampaikan duka cita yang begitu mendalam atas meninggalnya Dubes Agus Widjojo,” ujar Montero dalam sambutannya.
Montero mengenang pertemuan terakhirnya dengan Agus pada November lalu saat makan bersama. Dalam pertemuan itu, keduanya berdiskusi panjang soal masa depan hubungan Indonesia dan Filipina agar bisa melangkah ke level yang lebih kuat. Saat itu, menurut Montero, Agus terlihat sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda sedang sakit.
Ia juga mengingat momen ketika Agus mengisi kuliah umum di akademi diplomat Filipina. Meski sering menyebut dirinya sebagai “orang militer”, Montero menilai Agus punya kualitas seorang diplomat sejati.
“Setelah mendengar pernyataannya yang sangat baik kala itu, saya berkata bahwa ia salah, karena dirinya benar adalah seorang diplomat seperti selayaknya diplomat,” kata Montero.
Pemerintah Filipina turut mengapresiasi peran Agus selama hampir empat tahun menjabat sebagai Dubes RI untuk Filipina, terutama di masa peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
“Selamat jalan, Pak Dubes Agus, semoga damai menyertai,” ucap Montero menutup pernyataannya dalam bahasa Indonesia.
Agus Widjojo wafat pada usia 78 tahun di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu malam. Setelah upacara penghormatan terakhir, jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, dengan upacara militer yang dipimpin Menteri Luar Negeri RI Sugiono.
Sebelum menjadi diplomat, Agus dikenal memiliki rekam jejak panjang di TNI AD. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI dan Gubernur Lemhannas RI sebelum akhirnya dipercaya menjadi Duta Besar RI untuk Filipina.
Sumber: ANTARA