Jakarta (KABARIN) - Eddie Howe buka suara soal masa depannya bersama Newcastle United di tengah performa tim yang sedang menurun. Pelatih The Magpies itu menegaskan tidak akan ragu untuk mundur jika merasa dirinya sudah bukan sosok yang tepat untuk membawa klub ke arah yang lebih baik.
Pernyataan itu muncul saat Newcastle sedang berada dalam fase sulit. Dalam sepekan terakhir, mereka menelan tiga kekalahan beruntun yang membuat tekanan terhadap tim semakin besar.
"Apabila suatu saat merasa tidak lagi mampu membawa tim berkembang atau tidak bisa memberikan apa yang dibutuhkan para pemain, saya akan mundur dan memberi kesempatan kepada orang lain," ujar Howe.
Situasi ini membuat Newcastle datang ke laga tandang melawan Tottenham Hotspur dengan kondisi mental yang tidak ideal. Kekalahan 2-3 dari Brentford di St James’ Park juga memperpanjang catatan buruk mereka menjadi empat pertandingan liga tanpa kemenangan.
Howe menegaskan bahwa dirinya tidak lepas tangan dari kondisi tersebut. Ia mengaku bertanggung jawab penuh atas performa tim dan menuntut respons nyata dari para pemain di lapangan.
Meski begitu, Howe juga menegaskan keyakinannya terhadap kapasitas dirinya sebagai pelatih Newcastle masih utuh. Ia merasa masih pantas berada di kursi pelatih selama masih bisa memberi kontribusi terbaik untuk klub.
“Karena itulah saya duduk di sini. Bila ada keraguan, saya tidak akan berada di sini, karena klub adalah hal yang paling penting. Saya tidak pernah menempatkan diri saya di atas klub,” ujarnya.
Menurut Howe, pengalaman melewati berbagai situasi sulit di masa lalu jadi modal penting untuk menghadapi tekanan saat ini. Ia percaya Newcastle masih punya peluang besar untuk bangkit.
Februari bakal jadi periode berat bagi The Magpies. Selain menghadapi Tottenham di liga, mereka juga harus menjalani playoff dua leg Liga Champions 2025/26 melawan Qarabag, laga Piala FA kontra Aston Villa, serta pertandingan Liga Inggris melawan Manchester City dan Everton.
Howe menekankan bahwa kunci untuk keluar dari situasi ini ada pada kekompakan tim. Ia optimistis perubahan bisa terjadi dengan cepat jika seluruh elemen tim bergerak bersama.
“Momentum memang sedang tidak berpihak pada kami. Kami harus membalikkannya, dan dalam beberapa pertandingan saja, segalanya bisa terlihat sangat berbeda,” kata Howe.
Sumber: ANTARA